Rabu, 06 Februari 2008

tetap hijau tanpa pekarangan


hui, begitu berharganya tanaman hias baik sebagai tanaman penghias maupun komersil, tidak luput dari pasar terus meningkat karen adanya pameran dan maraknya media masa, tapi tujuan utama tanaman adalah memaok oksigen,

aneka pakanan dari lidah buaya


lidah buaya merupakan tanaman yang biasa dimanfaatka untuk sampo karena kandungan aluiveranya, serta berbagai macam makanan olahan seperti dodol, coco, minuman,,,dsb,

Fibro Art


seni merangkai tanaman hias, perpaduan antara ficus repens yaitu tanaman merambat yang tren pada th 90-an untuk menghiasai dinding rumah, sedangkan bromelia atau nanas hias merupakan pesona tanaman hias th 80-an hingga sekarang, dirangkai menjadi paduan unik dan estetik,

Minggu, 03 Februari 2008

Pemanfaatan aliran air untuk pengairan greenhouse


aliran mata air mengalir dari gunung salak, hingga kekaki gunung desa Sukaharja, penduduk disini tidak pernah mengalami kekeringan walaupun dimusim kering,penduduk tidak perlu membuat sumur bor karena mata air ini terjaga kualitasnya, pemanfaatan air sebagai kehidupan sehari-hari juga menyokong usaha tanaman hias,

Pemanfaatan pekarangan untuk usaha tanaman hias di Sukaharja bOgor


berikut merupkan etalase menarik tanaman hias yang berda dibawah kaki gunung salak, semua warga memanfaatkan sejengkal lahan pekarangan untuk budidaya dan display tanaman hias, usaha ini sudah dilakoni 20 tahun dengan komoditas utama adalah suplir pondok bitung, pemasaran dari produk tanaman hias mencapai ke lampung, jakarta, bandung yogya dan bali,

Pemanfaatan sampah organik menjadi hiasan cantik




Desa situ daun, merupakan salah satu perkampungan di Bogor, selain komoditas pertanian, hortikultura tempat ini juga terkenal dengan kerajinan bunga hias dari sampah, usaha ini sudah lama digeluti setelah krisis melanda indonesia, usaha ini mengalami puncak kejayaan pada 2002 dimana pesanan dari mancanegara, usaha ini sekarang mengalami kemunduran karena banyaknya usaha yang ada diseperti ini, harga pertangkai tanaman hias buatan ini cukup murah yaitu 500 rupiah,perlu usaha dan dukungan modal untuk mengembangkan usaha ini karena banyak menyedot tenaga kerja terutama untuk pemasaran,

Sabtu, 02 Februari 2008

Pengolahan sampah untuk Kompos



Fauzi Bowo Ingin Jakarta Bebas Sampah

Berita yang dilansir Media Indonesia, mengenai pernyataan - Pasangan Fauzi Bowo-Prijanto- Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru periode 2007-2012 tentang Jakarta Bebas Sampah, sungguh melegakan. Pelantikan pejabat tinggi Pemprov DKI tersebut itu sendiri dilakukan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto dalam rapat paripurna DPRD DKI.
Banyak kalangan berharap pasangan Fauzi Bowo membawa Jakarta ke arah lebih baik di segala bidang. "Saya ingin Jakarta bersih. Programnya kami sebut Bersih-bersih Jakarta (BBJ). Kalau lingkungan warga bersih, tentu nalar pikiran mereka menjadi jernih. Mereka dapat ikut berpartisipasi membangun Ibu Kota," kata Fauzi kepada Media Indonesia kemarin.

Program BBJ bertujuan menciptakan Jakarta bebas sampah. Untuk itu, Fauzi yang akrab dipanggil Foke itu akan mengunjungi berbagai wilayah melalui program Silaturahmi Minggu Pagi (SMP). Kunjungan ke lokasi berbeda tersebut dilakukan rutin untuk bersama masyarakat membersihkan sampah di permukiman. "Kami punya catatan atas masyarakat, RT, dan RW binaan yang mampu mengolah sampah sendiri. Jadi, mereka tidak mengandalkan Dinas Kebersihan DKI," ujar Fauzi.

***
Masyarakat sangat berharap jika Jakarta sebagai Ibu Kota Negara memang bisa menampilkan wajah pro-lingkungan setelah sekian lama bergulat dengan pembangunan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi. Bukankah infrastruktur, kekayaan dan sarana akan sirna begitu bencana akibat lingkungan melanda suatu wilayah? Bukankah akan sia-sia jika semua infrastruktur ekonomi - yang dimiliki harus hilang diterjang banjir maupun luapan air laut - yang menggenangi dan menenggelamkan Jakarta akibat efek pemanasan global ?

Semua hal menakutkan diatas tidak akan menjadi kenyataan jika kita sebagai warga masyarakat turut andil memberi konstribusi atas ancaman bencana lingkungan akibat banjir dan efek pemanasan global dengan antara lain mengelola sampah secara bijaksana, memastikan kelancaran aliran air dan sungai serta mengurangi emisi gas methan akibat dari pengelolaan secara dibakar maupun dengan penimbunan sampah tanpa pengolahan menjadi sesuatu yang berguna.
*****
Dengan semangat ikut serta menangulangi bencana lingkungan di Jakarta maupun kota lainnya, PT Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK)- yang didukung para ahli dalam bidang mikrobiologi, teknik metalurgi dan fiber, teknik lingkungan dan sejenisnya telah lama memperkenalkan alat komposter berbagai kapasitas bagi kepentingan pengolahan sampah organik- sebagai bagian terbesar dari semua jenis sampah- menjadi kompos. Komposter Biophoskko® dirancang dan diperuntukan bagi setiap rumah tangga agar dapat mengelola sampah secara mandiri. Tersedianya komposter Biophoskko® model skala rumah tangga (household) terdiri dari komposter type ukuran S ( kaps =60 liter), komposter type ukuran M ( kaps= 100 liter) dan komposter type ukuran L ( kaps= 200 liter) dengan berbagai variasinya kini telah tersebar digunakan masyarakat - yang makin menggemarinya karena komposter ini mampu mengelola sampah secara praktis, cepat dan menghasilkan kompos bagi kepentingan pemupukan pekarangan. Tidak saja ukuran kecil- yang sejak di launching 25 Maret 2005 hingga kini sudah digunakan oleh ribuan rumah tangga, Komposter Biophoskko® juga memproduksi komposter model skala komersial dengan berbagai type antara lain Hand Rotary ( kaps= 1000 liter/ 1 m3), Rotary Klin Standar ( kaps= 4.000 liter~ 4 m3~ 1 ton), Motor Rotary Klin ( kaps= 4.000 liter~ 4 m3~ 1 ton) dan type Motor Rotary Klin Standar ( kaps= 8.000 liter~ 8 m3~ 2 ton).


Hal menggembirakan ternyata antusiasme masyarakat akan produk komposter diatas sangat besar. Dalam beberapa bulan sejak dikenalkan kepada masyarakat melalui media terbatas ( internet dan gethok tular lewat mulut kemulut), kini komposter Biophoskko® Rotary klin telah digunakan oleh banyak instansi terkait kewenangan lingkungan dan kebersihan antara lain Dinas Kebersihan Pemprov Maluku, Dinas Lingkungan Pemkab Majalengka, Dinas Bapedalda Donggala Sulawesi Tengah, PU Ciptakarya Karawang, LIPI Subang serta Pemkot Bekasi. Demikian juga kalangan swasta- dengan motiv mendapatkan keuntungan komersial, komposter model skala komersial juga telah lama digunakan di Ciparay Bandung, Surabaya, Kukje Sangyo Cilegon, Papua Irian Jaya, Petrus Kutai Barat, pengusaha perkebunan di Palembang dan segera menyusul di Balikpapan- Jakarta-Tangerang, dll - yang kini dalam proses produksi dan instalasi.

*********
Peranan pengolahan sampah menjadi kompos bagi kota besar, seperti Jakarta misal – yang telah mengalami bencana banjir besar, adalah mengurangi resiko dari tersumbatnya aliran air menuju sungai dan muara serta meningkatkan kualitas tanah agar lebih gembur dan sehingga mampu menangkap dan memperangkap air hujan. Dengan pengolahan sampah menjadi kompos juga bermanfaat dalam memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan, memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai, memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah sehingga timbulnya pori tanah tempat mengalirnya oksigen, mempertinggi daya ikat tanah akan unsur hara, memberi makanan bagi mikrobia baik bagi tanaman, menurunkan aktivitas mikroba merugikan (patogen) serta menambah daya ikat air tanah dicirikan oleh bentuk gembur dan tidak mengeras. Mengenai fungsi kompos diatas sejalan dengan ungkapan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH), Rachmat Witoelar (Kompas, 2 Feb 2007) bahwa menurut dia, banyak pengembang yang tidak secara serius memperhatikan dampak ekologis akibat pendirian bangunan secara sembarangan. Pembangunan itu sebagian besar dilakukan di daerah-daerah resapan air, sehingga menambah volume air yang tidak terserap. "Hal itu sangat memungkinkan untuk menjadi banjir," katanya.

Soal memerangkap air di kala hujan di hulu agar tidak menjadi banjir dengan kompos, rupanya kini mendapat jodoh dengan mulai dikembangkannya inovasi teknologi IPB -yang dikenal dengan Biopori. Dalam hal memerangkap air menghindari resiko banjir, nampaknya kini Biophoskko mendapat patner baru deh.......

Selain kekurangan daerah resapan air, Rachmat juga menuding budaya hidup masyarakat yang belum menyadari arti penting hutan juga menjadi salah satu penyebab. Penggundulan hutan sudah selayaknya dihentikan untuk mengurangi bencana yang hampir setiap tahun menimpa warga Jakarta. "Kesadaran warga dalam membuang dan mengelola sampah pada tempatnya sudah selayaknya ditingkatkan untuk memperkuat usaha pengendalian banjir," ungkapnya. Nah dengan itu terdapat korelasi secara signifikan antara pengelolaan sampah menjadikannya kompos dalam ikut serta menanggulangi banjir Jakarta.*******)

DASboundaries


daerah atau kawasan ekologis yang dilalui oleh suatu sungai termasuk kawasan DAS atau daerah aliran sungai yang terdiri atas daerah hulu, midle dan hilir,Pada suatun kota maupun propinsi sungai bisa digunakan sebagai daerah perbatasan seperti di SAMBUNGMACAN-Konsep air sungai jangan sampai mengalir ke laut benar-benar diterapkan di kabupaten sragen. Dalam beberapa kesempatan Bupati Sragen Untung Wiyono selalu menghimbau kepada warga untuk mengelola air sungai dengan baik. Menurut Bupati, apabila sungai dikelola dengan baik, dapat dipastikan tidak akan pernah kering meski musim kemarau.

Kali ini dalam kesempatan Safari Ramadhan Ashar keliling 1428 H di desa Banaran Kecamatan Sambungmacan Selasa(25/9), Bupati Sragen kembali menghimbau kepada warga Sambungmacan untuk mengelola Sungai Sawur dengan baik. Sungai Sawur merupakan sungai yang mengalir diwilayah perbatasan Propinsi jawa tengah dangan Jawa timur atau perbatasan Kecamatan Sambungmacan denngan kec. mantingan.

Bupati menambahkan, sungai adalah sumber kemakmuran. Salah satu cara untuk mernyelamatkan dan mengelola aliran sungai adalah dengan menanam tanaman gayam disepanjang pinggiran sungai. Mengapa tanaman gayam sangat baik bila ditanam di pinggir sungai? Menurut Bupati, tanaman gayam adalah “bank air” dengan kata lain, pohon gayam dapat menyimpan air.

Pohon gayam merupakan tanaman yang dipercaya dapat menyimpan/mendekatkan air ke permukaan tanah sehingga air yang jernih mudah didapatkan di sekitar pohon tersebut. Di samping itu, daunnya yang selalu lebat memberikan rasa teduh dan suasana tenang di sekitarnya. Bupati mencontohkan, dibeberapa tempat, apabila tumbuh pohon gayam, disekitarnya biasanya terdapat sendang atau sumber mata air.

Aliran sungai yang bersih dan dikelola dengan baik juga dapat dijadikan aset pariwisata. Bupati mencontohkan di beberapa Negara di eropa seperti Itali, Perancis dan di Jerman, aliran sungai dijadikan tempat rekreasi.
Bupati mencontohkan pula, di daerah Dayu, yang dulunya apabila musim kemarau kekurangan air, sekarang ini tidak pernah kekurangan air meski musim kemarau. Karena di desa Dayu aliran sungai sudah dikelola dengan baik.

Bupati Sragen juga menghimbau kepada warga agar tidak menggunakan sumur dalam untuk pengairan persawahan. Karena, menurut Bupati, penggunaan sumur dalam untuk pengairan persawahan dapat mengganggu ketersediaan sumber air minum.

langit menurunkan hujan


untuk semua, orang dan umat dimuka bumi, ketika kemarau panjang kau kunantikan, setelah kau hadir kau kumaki,,,Nyanyian rintik hujan terasa begitu indah. Bagaikan melodi syahdu, nyanyian itu berhasil membius hatiku yang sepi. Bagai sebuah symphoni merdu, nyanyian itu berhasil mengundang rindu yang telah lama terendapkan dalam lara jiwaku. Kubiarkan tetes demi tetes mengalir lembut di kaca jendela kamarku, membentuk alur nan indah dengan wujudnya yang tak sempurna. Begitu nyamannya bermain dengan khayalanku tentang bentuk alur tersebut, berimajinasi tentang wujud apa yang seharusnya dan bisa terbentuk dari alur tersebut. Kadang aku melihat alur itu membentuk sebuah wajah, atau bahkan sebuah postur manusia. Terkadang alur itu terlihat seperti binatang, bunga, atau pohon. Tapi lebih seringnya hanya membentuk garis tak beraturan tanpa makna.
Aku selalu dapat menghabiskan waktu untuk berlama-lama memandangi dan mendengarkan rintikan hujan itu

Pengelolaan Kampus IPB


Pengelolaan lanskap kampus baik berupa hardmeterial maupu softmaterial hendaknya sesuai dengan pemeliharaan ideal yaitu sesuai dengan disain dan tujuan awal, sedangkan pemeliharaan fisik sesuai dengan kondisi dan perlakuan yang dilakukan terhadap objek, lanskap kampus ipb mempunyai beragam topografi, vegetasi, satwa dan material, dari konsep arboretrum hingga taman kecil yang membutuhkan perawatan insentif,

kenangan kota kendal



pernah pulank keKEendal tapi lihat macet berkepanjangan dan banjir,,,ni udah lama sie sekitar 2 tahun yang lalu,,,wah,,gimana sekarang ya? kalo pembuatan drainase dari kota kendal depan kodim itu masih rendah dari pada sungai ke RSS itu ya tiap tahun pasti akan banjir,,,

Simapang lima dengan kaki lima



Semarang sebagai ibukota jawa tengah, memiliki pusat kegiatan masa yang berada di simpang lim, disini terdapat berbagai macam penjual dari kaki lima hingga mall, pedagang kakilima yang memakai trotoar menggunakan tenda semi permanent, disekeliling bundaran digelar dengan lapak-lapa sedangkan ditengah alun2 digunakan sebagai etalase baju dan mainan mobil2 buat anak2, cantik sekali bukan,,,disini juga terkenal dengan nasi kucing yang dulu hanya 500 rupiah perbungkus, murah bukan,terletak di depan mesjid Semarang,

Pengelolaan pedagang kaki lima di kota Bogor


penataan pedagang kaki lima dikota Bogor semarak dengan makin berkembangnya Kota Bogor sebagai Tempat wisata belanja yang nyaman terbukti dengan menjamurnya mall2,

Jumat, 01 Februari 2008

pengelolaan DAS CISADANE dan CILIWUNG



Resensi Seminar Pengelolaan Sungai
Dalam menyambut musim hujan dan bencana yang menyertainya mahasiswa Arsitektur Lanskap angkatan 40 IPB Departemen Arsitektur mengelar Seminar hasil praktikum mata kuliah Pengelolaan Lanskap, pada hari sabtu, 3 Februari 2007 di Ruang Sidang III Arsitektur Lanskap yang berjudul Perilaku Efektif dalam Menjaga Kelestarian Daerah Aliran Sungai Cisadane dan Ciliwung. Walaupun sempat diundur waktu pelaksanaan dan sebelum semnar hujan tidak pernah berhenti, tidak menyurutkan peserta dan tamu undangan untuk hadir. Seminar ini dihadiri oleh tamu undangan yang berasal dari Institusi terkait seperti dari BAPEDA Kota Bogor diwakili oleh ibu Pudjiastuti, Sp (alumni Arsitektur Lanskap) dan dihadiri segenap mahasiswa SI dan S2 serta dosen Arsitektur Lanskap Bahkan hadir dari peserta luar. Tim penyaj berasal dari mahasiswa angkatan 40 dengan dibagi dua kelompok Cisadane dan Ciliwung.
“Manakala kita berbicara suatu DAS, ada hubungan timbal balik antara hulu dan hilir dimana masyarakat hilir membayar jasa kepada hulu”, begitu sambutan Bapak Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arififn, MS dia Selaku koordinator mata kuliah saat membuka acara seminar ini. Acara ini berupa penyajian wacana oleh mahasiswa berupa poster dan presentasi. Berusaha meraih perilaku efektif itulah inti wacana ini, Seperti pertanyaan yang dilontarkan oleh kuba salah satu peserta, “Bagimana solusi dari intansi terkait, rumah saya itu ada diatas bantaran sungai dan sudah secara resmi memilikinya?”.Itulah yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita masing-masing, dimana masih penangulangan itu bersifat projek bukan sebuah program akan berhenti ditengah jalan.Ini hanya sebuah stimulus dan diharapkan tidak hanya sekdar wacana tapi dapat diimplementasikan.

Banjir sehari menengelamkan jakarta

Banjir Jakarta, 1 Februari 2008
Mulai Kamis Malam: 31 Januari 2008
Curah hujan tertinggi Jumat 1 Februari 2008
mirip dengan banjir Feb'07 kemarin, dari tanggal menjelang imlek hingga Mie Instan yang habis diminimarket terdekat. Jumat malam waktu pulang dari kantor jam 18.51, ada anomali sedikit, perjalanan dari BEJ-Kebayoran-Arteri Pondok Indah-Tanah Kusir sangat lancar, tapi mulai macet menjelang di pintu tol Veteran.

Di tol mobil jalan perlahan, 20km/jam, di tol Pondok Aren - BSD ada genangan air setinggi 50cm.
Janji Wapres, Tahun Depan Banjir Beres

JAKARTA - Untuk membebaskan Jakarta dan sekitarnya dari banjir, pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp 3 triliun dari APBN. Dana sebesar itu dipakai untuk membiayai proyek-proyek pengendali banjir.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi penanggulangan banjir yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di gedung Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta Timur, kemarin.

“Tahun depan tekad kita mengurangi, kalau perlu menghentikan, bencana banjir yang tiap tahun di ibu kota,” tegas Wapres Jusuf Kalla dalam keterangan pers usai rapat.

Penyebab banjir di Jakarta, kata Kalla, terutama kerusakan lingkungan di daerah hulu, sungai makin menyempit dan dangkal, kurangnya situ (bendungan), buruknya drainase, serta jumlah rumah yang makin banyak di daerah hilir sungai. Untuk itu, gubernur Jawa Barat diperintahkan membuat peraturan tentang rasio jumlah tanaman dan bangunan vila di kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur).

“Kita juga akan merevitalisasi dan konservasi daerah aliran sungai dan situ. Ada sekitar 150 situ di Jawa Barat yang harus direvitalisasi dengan biaya Rp 250 miliar. Kita setuju dibiayai dengan APBN,” ujarnya.

Menurut Kalla, keputusan menggunakan dana APBN untuk proyek-proyek penanggulangan banjir di Jakarta sudah mendapat persetujuan awal dari Komisi V DPR. Saat ini pemerintah tinggal melaksanakan prosedur penganggaran agar dana tersebut bisa masuk APBN-P 2007. “Saya katakan tadi, yang tidak bisa diubah hanya Alquran dan hadis. Lainnya bisa disesuaikan,” kata Kalla.

Rakor kemarin dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Mendagri M. Ma’ruf.

Rapat itu juga diikuti Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan serta bupati dan wali kota Bogor, Depok, dan Tangerang.

Sebelumnya, bersama sejumlah menteri, Wapres meninjau dari udara daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane di Bogor hingga Tangerang dan Jakarta. Dengan satu helikopter kepresidenan dan dua helikopter TNI-AU, Wapres sempat meninjau Bendungan Katulampa, kawasan Puncak, Cianjur, dan Teluk Jakarta.

Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan mengatakan, Pemprov Jabar sebenarnya telah mengonservasi lahan di DAS Ciliwung dan Cisadane. Namun, efektivitasnya tidak bisa dirasakan dalam satu atau dua tahun. “Kita akan memperkuat dengan mewajibkan pembuatan sumur resapan dan penghijauan di daerah hulu sungai,” terangnya.

Untuk wilayah hilir, pengendalian banjir dilakukan dengan memperbaiki drainase. Khusus untuk Jakarta, pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) dan perbaikan Banjir Kanal Barat (BKB) dengan mengucurkan dana dari APBN Rp 2,7 triliun. Sebagian dana itu juga untuk merevitalisasi situ-situ di DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan, Pemprov DKI Jakarta kekurangan dana pembebasan lahan untuk proyek BKT Rp 1,3 triliun. Untuk itu, Sutiyoso meminta Depdagri mengoreksi pemotongan anggaran pembebasan lahan yang dilakukan DPRD DKI Rp 150 miliar, sehingga alokasi anggaran untuk proyek BKT kembali menjadi Rp 800 miliar.

“Kalau ditambah dana dari APBN Rp 500 miliar, akhir tahun ini atau awal tahun depan pembebasan lahan bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Khusus untuk membenahi 40 persen kawasan Jakarta yang terendam air karena berada di bawah permukaan air laut, Pemprov DKI Jakarta diminta membuat sistem polder. Caranya, air di Sungai Ciliwung dipompa ke laut dengan pompa air berkapasitas besar.

Sutiyoso mengatakan, saat ini dibangun 29 pompa air dari kebutuhan ideal 42 unit. “Kita harapkan kekurangannya juga dibantu pemerintah pusat,” tuturnya.

Bantaran Ciliwung

Wapres menegaskan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Jakarta tidak dilakukan dengan menggusur penghuni liar di bantaran Sungai Ciliwung. Relokasi dilakukan bila sudah ada alternatif rumah susun.

“Bisa kita pindahkan kalau sudah ada pengganti. Dua tahun ini baru kita selesaikan rusun sejuta menara. Tidak bisa main gusur. Dalam situasi seperti sekarang kita tidak bisa main keras. Selain tidak mudah, juga tidak manusiawi,” tegasnya.

Berdasarkan laporan gubernur DKI, keluarga yang menghuni bantaran Sungai Ciliwung mencapai 70 ribu. Butuh Rp 500 miliar untuk membangun rumah susun yang dapat disewakan kepada mereka. “Ini dibangun dulu, baru mereka dipindah. Pembangunannya mungkin membutuhkan waktu 1-2 tahun,” lanjut Kalla.

Terkait usul Departemen Pekerjaan Umum untuk memprioritaskan pembangunan sudetan Sungai Ciliwung-Cisadane (Cilicis), Kalla tidak sependapat. Kalla menilai proyek itu hanya akan memindahkan banjir dari Jakarta ke Banten.

Menurut Kalla, prioritas utama penanggulangan banjir yang digagas pemerintah adalah mengalirkan air dari sungai ke laut, bukan dari satu daerah ke daerah lain.

“Itu juga kita bicarakan tadi. Sekiranya Banten dan DKI bisa dipisah, dalam arti Jakarta tidak banjir dan Banten tidak banjir, itu bisa dipakai. Kenyataannya minggu lalu Ciliwung banjir, Cisadane juga banjir,” terangnya.

Wajib Bangun Situ

Untuk mencegah pemanfaatan situ sebagai areal perumahan, Kalla memerintahkan Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat tidak menerbitkan izin mendirikan bangunan di kawasan konservasi lahan dan menutup situ.

“Dalam bahasa kasarnya, tidak boleh ada lagi pembangunan dengan menguruk. Orang harus membangun sesuai kontur tanah. Ini butuh peraturan dari pemerintah daerah,” ujar Kalla sambil menoleh ke arah gubernur DKI Jakarta. Sutiyoso pun langsung mengangguk-angguk.

Wapres mengungkapkan, DPP Realestat Indonesia juga telah sepakat membangun situ atau kolam pancing sesuai luas areal perumahan yang dibangun. Kalla beranggapan perintah tersebut untuk mencegah harga perumahan yang dibangun pengembang jatuh karena daerahnya menjadi langganan banjir.

“Itu bukan pemaksaan, tapi untuk memperbesar keuntungan. Kalau dalam keadaan seperti ini, pasti harga realestat jatuh. Jadi, jangan salahkan pemerintah kalau tidak menaati aturan penyerapan air. Jangan keuntungan mau, tapi risiko tidak mau. Harus sama-samalah,” tegas Wapres.

“Lihat saja berapa kerugian setelah turun nilai akibat banjir di daerah situ. Agar jangan turun nilai, kita harus kendalikan bersama. Ini bukan cost, tapi investasi, terutama untuk daerah-daerah realestat yang bernilai tinggi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, alokasi anggaran dari APBN untuk penanggulangan banjir baru masuk dalam pembahasan APBN-Perubahan 2007 Juli mendatang. Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta dapat menggunakan lebih dulu dana APBD untuk kemudian diganti ketika APBN-P disetujui DPR.

“Itu dimungkinkan dalam Keppres 80. Daerah bisa lebih dulu melakukan tender dan membiayai dengan dana APBD untuk kemudian diganti oleh pemerintah pusat. Jadi, pelaksanaan proyek tidak perlu menunggu Juli,” terang Paskah.

Paskah mengakui alokasi dana tambahan untuk proyek penanggulangan banjir tak urung membuat defisit APBN tahun ini bertambah. Namun, dia optimistis defisit APBN tidak akan tidak terlalu jauh dari target 0,9 persen dari GDP.

“Kan ada optimalisasi efisiensi dalam penggunaan APBN. Mudah-mudahan defisitnya tidak terlalu besar. Kita sekarang kan canangkan defisit 0,9 persen. Dengan efisiensi saya yakin defisit tidak terlalu besar,” terangnya. (noe)

sumber: http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=8160, Minggu, 11 Feb 2007,
wah gimana nie? kasihan khan bapak presiden ampe kejebak banjir,,,,,