Sabtu, 22 September 2007

kota bogor

Kota Bogor
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari

Untuk artikel kabupaten dengan nama sama, lihat Kabupaten Bogor.

Kota Bogor

Lambang Kota Bogor
Gambar:Locator kota bogor.png

Peta lokasi Kota Bogor
Koordinat : 106°48' BT dan 6°26' LS
Motto: Tegar Beriman
Provinsi Jawa Barat
Ibu kota {{{ibukota}}}
Luas 21,56 km²
Penduduk
· Jumlah 834.000 (2003)
· Kepadatan 38.661 jiwa/km²
Pembagian administratif
· Kecamatan 6
· Desa/kelurahan -
Dasar hukum -
Tanggal -
Hari jadi {{{hari jadi}}}
Walikota Diani Budiarto
Kode area telepon 0251
APBD {{{apbd}}}
DAU Rp. -
Suku bangsa {{{suku bangsa}}}
Bahasa {{{bahasa}}}
Agama {{{agama}}}
Flora resmi {{{flora}}}
Fauna resmi {{{fauna}}}
Zona waktu {{{zona waktu}}}
Bandar udara {{{bandar udara}}}

Situs web resmi: http://www.kotabogor.go.id

Kota Bogor, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Luasnya 21,56 km², dan jumlah penduduknya 834.000 jiwa (2003). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 31 kelurahan dan 37 desa.

Hari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Disinilah berbagai lembaga dan balai-balai penelitian pertanian nasional berdiri. Institut Pertanian Bogor yang telah ada sejak awal abad ke-20 telah ikut membawa harum nama bogor hingga mancanegara.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Letak
* 2 Iklim, topografi, dan geografi
* 3 Sejarah
* 4 Kebudayaan
* 5 Tempat-tempat menarik
* 6 Pranala luar

[sunting] Letak

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT - 106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibu kota kurang lebih 60 km.

Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118,5 km² dan mengalir beberapa sungai yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan dataran, yaitu: Ci (Sungai) Liwung, Ci Sadane, Ci Pakancilan, Ci Depit, Ci Parigi, dan Ci Balok. Topografi yang demikian menjadikan Kota Bogor relatif aman dari bahaya banjir alami.

Kota Bogor berbatasan dengan kecamatan-kecamatan dari Kabupaten Bogor sebagai berikut:

* Utara: Kecamatan Sukaraja, Bojonggede, dan Kemang
* Timur: Kecamatan Sukaraja dan Ciawi
* Selatan: Kecamatan Cijeruk dan Caringin
* Barat: Kecamatan Kemang dan Dramaga

[sunting] Iklim, topografi, dan geografi
Bogor Plaza, 1994
Bogor Plaza, 1994

Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330m dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu udara rata-rata setiap bulannya adalah 26°C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%. Suhu rata-rata terendah di Bogor adalah 21,8°C, paling sering terjadi pada Bulan Desember dan Januari. Arah mata angin dipengaruhi oleh angin muson. Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin muson barat.

Kemiringan Kota Bogor berkisar antara 0–15% dan sebagian kecil daerahnya mempunyai kemiringan antara 15–30%. Jenis tanah hampir di seluruh wilayah adalah latosol coklat kemerahan dengan kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm dan tekstur tanah yang halus serta bersifat agak peka terhadap erosi. Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun (70%) sehingga dijuluki "Kota Hujan". Keunikan iklim lokal ini dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian, yang diteruskan hingga sekarang.

Kedudukan geografi Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibukota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalamperkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan wisata yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak/Cianjur juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.


[sunting] Sejarah
Monumen Kujang, Bogor. Puncak monumen melambangkan senjata tradisional Bogor "Sang Kujang"
Monumen Kujang, Bogor. Puncak monumen melambangkan senjata tradisional Bogor "Sang Kujang"

Bogor ditilik dari sejarahnya adalah tempat berdirinya kerajaan pertama yang dikenal di Indonesia - Kerajaan Hindu Tarumanegara di abad ke-5. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim ditempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan disaat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu.

Diantara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun 1533, menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawasesa dari Kerajaan Pajajaran, salah satu kerajaan yang paling berpengaruh di pulau Jawa. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib, keramat dan dilestarikan hingga sekarang.

Pada tahun 1744, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.

Setahun kemudian, pada tahun 1745, Van Imhoff menggabungkan 9 distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg. Di kawasan itu Van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, Puncak Gunung Salak, dan Puncak Gunung Gede.

Sebagai stasiun yang berlokasi dibukit yang penting pada masa penjajahan Belanda, kota Bogor pada abad ini berkembang sebagai daerah yang terdiri dari Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Pusat pusat perekonomian pun mulai bermunculan di sekitarnya. Nama Bogor diambil dari salah satu spesies palem. Dari kota ini dapat terlihat Gunung Salak, Gunung Pangrango dan Gunung Gede.

Bagian ini masih merupakan sebuah rintisan. Anda dapat turut serta mengembangkannya.

[sunting] Kebudayaan

Tari Jaipong




Sawah berteras




Delman




Gereja tua


Becak kota Bogor




Pasar kembang



Bagian ini masih merupakan sebuah rintisan. Anda dapat turut serta mengembangkannya.

[sunting] Tempat-tempat menarik

Beberapa tempat menarik di Kota Bogor, di antaranya adalah:

* Kebun Raya Bogor
Sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 80 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi, dan IPB.

Wanita desa dipinggir kolam penghias Istana Bogor, oleh pematung Indonesia, Trubus
Wanita desa dipinggir kolam penghias Istana Bogor, oleh pematung Indonesia, Trubus

* Istana Bogor
Merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa-rusa yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.
* Taman Kencana
* Stasiun Bogor
Merupakan stasiun utama kota Bogor yang merupakan warisan dari jaman Belanda. Saat ini Stasiun Bogor hanya melayani rute Jakarta saja, dan sudah tidak melayani rute Sukabumi. Dahulu sekitar tahun 1960-an stasiun ini melayani keberangkatan ke Yogyakarta melalui Sukabumi dan Bandung.
* Taman Topi
Awalnya Taman Topi bernama Taman Kebon Kembang tempat orang berwisata, namun pada tahun 1980-an taman ini berubah fungsi menjadi terminal angkutan kota karena letaknya yang strategis di muka Stasiun Bogor. Terminal tersebut kemudian direnovasi menjadi Taman Topi yang mengusung konsep Bangunan berbentuk Topi, kala itu Taman Topi merupakan salah satu alternatif tempat berwisata sebelum ledakan mal dan plaza melanda Bogor. Taman topi dilengkapi berbagai wahana permainan namun pada sejak tahun 1994 sampai saat ini (tahun 2007) tempat ini menjadi tidak terawat baik karena dikepung oleh pedagang kaki lima dan angkutan kota.
* CICO-Cimahpar Integrated Conservation Offices
Merupakan kawasan pendidikan dan konservasi dengan pendekatan kepada alam, terletak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor. Kawasan ini memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti gedung perkantoran, wisma, asrama (dormitory), serta kebun buah, sayur dan tanaman obat. Tempat ini dilengkapi dengan fasilitas panjat tebing, kegiatan luar, dan area outbond. Kawasan ini di identisikasikan untuk kepentingan konservasi.
* Dramaga
Terletak di bagian barat dari kota, tepatnya sekitar 12 Km dari pusat Kota Bogor. Wilayah Dramaga merupakan sentra pruduksi manisan basah dan kering, baik itu dari buah-buahan (pala, mangga, jambu batu, kemang, pepaya, kweni, salak, kedondong, atau caruluk) maupun dari bahan sayuran (wortel, labu siam, pare, lobak, bligo, serta ubi jalar).
* Taman Wisata Mekarsari
TAMAN WISATA MEKARSARI merupakan salah satu pusat pelestarian keanekaragaman hayati buah-buahan tropika terbesar di dunia, khususnya jenis buah-buahan unggul yang dikumpulkan dari seluruh daerah di Indonesia. Selain kegiatan pelestarian, dilakukan juga penelitian budidaya (agronomi), pemuliaan (breeding) dan perbanyakan bibit unggul untuk kemudian disebarluaskan kepada petani dan masyarakat umum,Taman buah Mekarsari berada diJonggol, cileungsi
* Cifor
* Setu Gede
* Kampung Jawa
* Setu Burung
* Gunung Pancar

Bagian ini masih merupakan sebuah rintisan. Anda dapat turut serta mengembangkannya.

kaki lima

Pedagang Kaki Lima atau disingkat PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. Istilah itu sering ditafsirkan karena jumlah kaki pedagangnya ada lima. Lima kaki tersebut adalah dua kaki pedagang ditambah tiga "kaki" gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu kaki). Saat ini istilah PKL juga digunakan untuk pedagang di jalanan pada umumnya.

Sebenarnya istilah kaki lima berasal dari masa penjajahan kolonial Belanda. Peraturan pemerintahan waktu itu menetapkan bahwa setiap jalan raya yang dibangun hendaknya menyediakan sarana untuk pejalanan kaki. Lebar ruas untuk pejalan adalah lima kaki atau sekitar satu setengah meter.[1]

Sekian puluh tahun setelah itu, saat Indonesia sudah merdeka, ruas jalan untuk pejalan kaki banyak dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan. Kalau dahulu sebutannya adalah pedagang emperan jalan, lama-lama berubah menjadi pedagang kaki lima. Padahal kalau mau merunut sejarah, mustinya sebutannya adalah pedagang lima kaki.


Penjual bakso/bakwan




Seorang pedagang roti




Pedagang makanan tradisional di Bogor




Pedagang cenderamata di Bogor

greenspace

GREENPEACE ACTION ALERT
21 September 2007

Dear Friends,

Watch dugong video and take action Send a message to the Japanese government: Save the dugongs, stop the airbase in Okinawa.

Take action now!
Important developments have unfolded in Japan since we wrote you earlier this month about the threatened dugongs and plans to expand a U.S. military base on Okinawa's coast. The large marine mammals and their habitat on the north-east coast of Okinawa Island can be saved, but our window of opportunity to act is closing fast.

Shinzo Abe's recent resignation as Prime Minister of Japan, and the discovery of precious colony of blue corals in the airbase construction site have improved our odds of success.

The Environmental Impact Assessment (EIA) for the proposed airbase site is open for public comment throughout September. After that time, the authorities will tell us "you've had your chance".

Can you send a message to the Japanese government right now, or forward this message to your friends by email and on facebook, myspace and hi5 to join our call to save the dugongs and stop the airbase. (There's heaps of background information below you could blog about too!)

We can stop the airbase, we've done it before.

Local environmentalists continue to inspire us with their peaceful protest, sustained for years since plans for an airbase cast a shadow over the dugong's underwater paradise. Greenpeace's Rainbow Warrior was there in 2005, when Yuka Ozak wrote this 500 meters off the coast of Okinawa Island:

"It is 8:30 am and I and 30 activists have been sitting on drilling platform #4 for an hour and a half. We can see workers from the Defense Construction Agency gathering on the beach of Camp Schwab, the US Marine Corp base at Henoko, Okinawa. They are about to board a chartered fishing boat and come out and try to drill the first of 64 holes into the life sustaining coral reef. But for the 300th consecutive day, we are not going to let them." And it worked - construction was stopped!

This time Greenpeace's Esperanza is sailing to Okinawa, with the same message and spirit of resistance as before. Our campaigners meanwhile will hand-deliver all the messages from our supporters worldwide to the Japanese government next Thursday, September 27th. That's why we need you to act right away -- send a message to the Japanese government or spread the word so others add their voices too.

Our colleagues in Japan say recent political events in Japan have made this a unique opportunity to stop this airbase. Japan's government under Shinzo Abe has been marred by scandal and widely criticized for eroding Japan's post-war tradition of peace. Only a few weeks ago at the APEC summit in Australia, the then Prime Minister promised George W. Bush that the Okinawa airbase would be completed by 2014. The Japanese leader who stood by his guns, who refused to stand down despite scandal after political scandal all summer long, finally resigned last Wednesday, September 12th.

We've seen amazing video footage of Okinawa's dugongs and their threatened habitat.

Junichi Sato writes us from Greenpeace Japan:

"Recently local divers found a colony of blue coral in the Oura Bay where the airbase construction is planned. Nowhere on the globe has blue coral been found so far north, and this is one of the biggest found in the region; 80 meters long, 27 meters wide, and 12 meters high. This colony was not known before to exist in the bay.

"Also, local TV news filmed an endangered dugong and turtle swimming and playing together in the bay, which is very rare to be seen (Video in Japanese).
Please help us save them!"

And finally, our dugong video on YouTube (also on the take action page) is followed by a comment which speaks directly to the importance of this urgent action. FranciscoXavier7 wrote "Dugongs are a miracle of Nature, with our effort to create a real peace, we need to Protect, Respect, and learn from this Live Monument of beauty and peace!!"

That pretty much sums it up for us. Please take action today.

Yours,

Everyone at Greenpeace

Jumat, 21 September 2007

access

The Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) adalah sebuah Proyek yang didanai oleh Australian Agency for International Development (AusAID) dan menggantikan Indonesia Australia Small Activities Scheme (IASAS), yang telah menjadi sebuah bagian terpadu dari bantuan bilateral resmi dari Australia kepada Indonesia sejak 1989.

ACCESS memiliki prinsip-prinsip kerja sebagai berikut:

  • Keterlibatan yang progresif – staf proyek bekerja berdampingan dengan LSM/CSO (Civil Society Organisations) sebagai mitra didalam keseluruhan proses pengusahaan dana hibah dan siklus proyek. Fokus dari kegiatan juga akan dikembangkan secara progresif dari waktu-kewaktu sambil bekerja pada langkah yang ditentukan oleh LSM/CSO;
  • Fleksibilitas dan Ketanggapan – program dan tim ACCESS cukup fleksibel untuk menyesuaikan terhadap kebutuhan dari LSM/CSO dan masyarakat yang muncul selama pelaksanaan;
  • Penyertaan Gender dan melibatkan kaum miskin - program mesti melibatkan kaum miskin dan terfokus pada penyertaan gender dan secara aktif mendorong dan membantu seluruh masyarakat untuk berpartisipasi didalam pembuatan keputusan dan dengan demikian mendapat keuntungan dari bantuan ACCESS;
  • Pemberdayaan – dimana ACCESS terfokus pada peningkatan kapasitas dari LSM/CSO untuk memungkinkan mereka secara efektif memfasilitasi masyarakat didalam penilaian dan perencanaan yang dilakukan oleh masyarakat sehingga masyarakat sendiri juga diberdayakan. ACCESS juga menguatkan peran dari LSM/CSO sebagai fasilitator dari program masyarakat, dengan demikian membantu dan mendorong masyarakat (pada khususnya kaum miskin dan perempuan) untuk menganalisa permasalahan mereka sendiri, menentukan prioritas kebutuhan mereka sendiri, mengelola kegiatan mereka, dan mendapatkan akses terhadap sumber daya;
  • Keberlanjutan – tujuan utama dari program dengan memfasilitasi masyarakat untuk menjadi agen kegiatan pembangunan mereka sendiri dan dengan mengembangkan kapasitas pemerintah lokal dan organisasi berbasis masyarakat. Sebuah kerangka kerja keberlanjutan telah dibuat untuk memandu prinsip ini;
  • Pembelajaran Terus-menerus – Proyek, khususnya melalui program pengembangan kapasitas, mendorong konsolidasi tentang pembelajaran. Pengalaman di Indonesia hingga saat ini bahwa banyak staf LSM/CSO yang menerima pelatihan tetapi selanjutnya jarang dilembagakan atau dilakukan kedalam tindakan. Tekanan pada pembelajaran yang dikonsolidasikan adalah didukung pendorongan review kawan sebaya, monitoring Project Officer, dan sebuah proses review tahunan didalam ACCESS itu sendiri. Hal-hal yang telah dipelajari dari ACCESS itu sendiri juga dikonsolidasikan dan hal-hal yang telah dipelajari didokumentasikan dan disebar-luaskan.

Prinsip-prinsip yang luas tersebut mencerminkan sebuah fokus yang kuat pada pengembangan kapasitas, pemberdayaan masyarakat dan penggabungan kegiatan-kegiatan masyarakat sipil kedalam seluruh komponen-komponen dari Scheme.

Penerima Manfaat yang Menjadi Sasaran

Masyarakat – Penerima manfaat utama dari ACCESS adalah kaum miskin dan kurang mampu di msayarakat.

LSM/CSOs – Ketika ACCESS tidak menganggap LSM/CSO sebagai penerima manfaat sasaran, LSM/CSO menerima dana hibah untuk membantu atau memfasilitasi masyarakat di wilayah pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Terdapat sejumlah alasan yang membuat LSM/CSO sebagai penerima dana hibah termasuk diantaranya:

  • Dengan mengkonsentrasikan pada LSM/CSO, ACCESS sebagai sebuah program jangka pendek, lebih baik ditempatkan untuk memastikan keberlanjutan dari manfaat program;
  • LSM/CSO dianggap oleh lembaga donor dan pemerintah Indonesia (Government of Indonesia/GOI) lebih dekat dengan masyarakat dan oleh karena itu mampu untuk membantu proses pengembangan masyarakat; dan
  • ACCESS, dikarenakan isu-isu efisiensi, tidak mampu bekerja secara langsung dengan seluruh kelompok masyarakat.

Kegiatan Pengembangan Kapasitas ACCESS berkonsentrasi pada LSM, CSO dan organisasi berbasis masyarakat di distrik sasaran yang terpilih. Fokus dari bantuan pengembangan kapasitas adalah untuk memperbaiki kemampuan dari LSM/ CSO untuk bekerja dengan penerima manfaat yang menjadi sasaran, khususnya kaum miskin dan kaum perempuan di delapan distrik sasaran.

Penyedia Layanan

ACCESS menggunakan sejumlah organisasi pihak ketiga dan/atau perorangan untuk menyediakan bantuan pengembangan kapasitas terhadap program ACCESS. Organisasi tersebut disebut sebagai ‘Penyedia Layanan’. Hal tersebut diantaranya:

  • Kontraktor Pengembangan Kapasitas Umum – Remdec telah didanai oleh ACCESS untuk membuat dan melaksanakan program Pengembangan Kapasitas Umum bagi LSM/CSO di kabupaten sasaran. Remdec dipilih dengan menggunakan sebuah proses tender yang transparan.
  • Fasilitator Lokal – perorangan dari Propinsi Sasaran akan didanai untuk memfasilitasi kegiatan ACCESS termasuk diantaranya, tapi tidak terbatas pada, penilaian kapasitas keorganisasian. Fasilitator tersebut diidentifikasi dan dilatih berdasarkan pada kriteria pemilihan yang disetujui. Perorangan tersebut mungkin berasal dari LSM/CSO berbasis Propinsi atau kabupaten, Universitas, organisasi pelatihan swasta, diidentifikasi pada database pelatihan ACCESS atau diidentifikasi pada saat Penilaian Wilayah.
  • Tim Sumber Daya Propinsi (Provincial Resource Teams/TSP) – organisasi atau perorangan dari Propinsi Sasaran didanai oleh ACCESS untuk menjadi pelatih untuk proses penilaian dan perencanaan yang dipimpin oleh masyarakat diatara LSM/CSO dan masyarakat. TSP diidentifikasi berdasarkan pada kriteria pemilihan yang ditentukan oleh Proyek.
  • Penyedia Layanan Umum – ACCESS mungkin menyediakan pendanaan bagi Propinsi, konsultan Nasional atau Internasional atau organisasi untuk menyediakan bantuan pengembangan kapasitas yang menjadi sasaran untuk memenuhi kebutuhan khusus dari LSM/CSO di Kabupaten Sasaran. Penyedia Layanan tersebut mungkin diidentifikasi oleh apakah itu LSM/CSO yang mencari dana hibah atau oleh ACCESS berdasarkan permintaan dari LSM/CSO. Seperti halnya dengan semua jenis dana hibah, pendanaan terhadap Penyedia Layanan tersebut akan berdasarkan pada bentuk kriteria pemilihan yang transparan yang ditentukan oleh Proyek.

Pemerintah Indonesia (Government of Indonesia/GOI)

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan Kementrian Dalam Negeri adalah lembaga rekanan ACCESS. Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan Kementrian Dalam Negeri mendorong para pegawai pemerintah yang terkait ditingkat propinsi dan kabupaten untuk bekerja secara lebih dekat dengan Staf Program ACCESS. Konsultasi rutin dilakukan diantara staf ACCESS dan pegawai pemerintah rekanan. Dengan bantuan dan kerjasama dari pegawai pemerintah tingkat distrik, ACCESS akan mengembangkan kapasitas masyarakat untuk bekerja dengan pemerintah setempat di tingkat desa dan kabupaten dan dengan anggota dewan perwakilan rakyat daerah. Perjanjian kerjasama diantara ACCESS dan pemerintah di segala tingkat disebutkan secara lebih lengkap dibawah.

Tingkat Nasional

Lembaga rekanan nasional ACCESS adalah Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan didalam Kementrian Dalam Negeri (Ministry Of Home Affairs/MOHA). BPM menyediakan fungsi koordinasi dan manajemen dibawah ini untuk membantu pelaksanaan, perkembangan dan monitoring dari ACCESS:

  • Koordinasi keseluruhan dari partisipasi GOI didalam Program, termasuk memastikan komunikasi dan koordinasi secara terus-menerus dengan badan pemerintah tingkat propinsi, kabupaten dan desa sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing;
  • Penunjukkan untuk personil rekanan yang cocok untuk berhubungan dengan staf ACCESS;
  • Penunjukkan untuk perwakilan GOI untuk pertemuan enam bulanan Dewan Penasehat dan berkaitan dengan kunjungan minitoring;
  • Review dan diskusi dokumentasi proyek kunci, termasuk dokumentasi yang disediakan sebelumnya dan hasil dari pertemuan Dewan Penasehat dan laporan perkembangan tiga bulanan;
  • Partisipasi didalam Pertemuan Koordinasi Proyek tahunan untuk menyediakan masukan kedalam rancangan rencana tahunan;
  • Penunjukkan terhadap staf sebagai perwakilan GOI pada Tim Review Eksternal dan mengkomunikasikan hasil dari proses review kepada badan Pemerintah yang terkait;
  • Bila dianggap perlu, bertanggung jawab untuk pengkomunikasian dan pengembangan dari “hal-hal yang telah dipelajari” kepada wilayah Pemerintah lainnya.

Pemerintah Propinsi

Badan rekanan didalam Pemerintah Propinsi adalah Dinas/Badan/Kantor PMD, yang memiliki pertanggungjawaban untuk koordinasi Pemerintahan kabupaten.

Dinas/Badan/Kantor PMD menyediakan fungsi koordinasi dibawah ini untuk membantu pelaksanaan, perkembangan dan monitoring ACCESS:

  • Penunjukkan terhadap personil rekanan untuk berhubungan dengan staf ACCESS dan untuk menghadiri pertemuan tahunan LSM/CSO dan kegiatan ACCESS terkait;
  • Menyediakan saran kepada ACCESS didalam pemilihan Kabupaten yang paling membutuhkan bantuan;
  • Memfasilitasi hubungan diantara ACCESS dan badan Pemerintah lainnya untuk membantu pelaksanaan program; dan
  • Koordinasi komunikasi dengan dan diantara kabupaten sasaran ACCESS
  • Mengkoordinasikan penyebarluasan dari ”hal-hal yang telah dipelajari” melalui ACCESS kepada Pemerintahan kabupaten lainnya didalam Propinsi mereka.

Pemerintah Kabupaten

Lembaga rekanan pemerintah ditingkat kabupaten adalah Dinas/Badan/Kantor PMD. Dinas/Badan/Kantor PMD menyediakan fungsi koordinasi dibawah ini untuk membantu pelaksanaan, perkembangan dan monitoring dari ACCESS:

  • Penunjukkan untuk personil rekanan untuk berhubungan dari hari ke hari dengan staf ACCESS;
  • Keterlibatan aktif dari staf rekanan didalam Pertemuan Mitra Tahunan dan kegiatan ACCESS terkait lainnya di kabupaten mereka;
  • Menyediakan saran kepada ACCESS dalam hal isu-isu seperti halnya wilayah geografis yang paling membutuhkan bantuan, kopian dari rencana pembangunan Kabupaten, rincian dari sumber daya manusia yang tersedia di Pemda, dan hasil dari penelitian terkait seperti halnya penilaian tentang kemiskinan yang dilakukan di kabupaten;
  • Melakukan kunjungan monitoring ke wilayah proyek selama pelaksanaan dan menyediakan saran kepada ACCESS mengenai wilayah yang memungkinkan bagi perbaikan;
  • Memfasilitasi hubungan dengan Pemerintahan desa untuk memastikan pelaksanaan program yang efektif;
  • Mengkoordinasikan penyebarluasan dari “hal-hal yang telah dipelajari” melalui ACCESS didalam kabupaten;
  • Memfasilitasi hubungan diantara ACCESS dan badan Pemerintah lainnya untuk membantu pelaksanaan program didalam kabupaten; dan
  • Memastikan koordinasi dan komunikasi diantara ACCESS dan program pengentasan kemiskinan lainnya didalam kabupaten (Pemerintah atau lembaga donor lainnya).

Pemerintah tingkat desa

Pemerintah desa merupakan kontak resmi di desa. Peran dari Pemerintah desa termasuk diantaranya:

  • Diskusi awal dan kesepakatan terhadap pembuatan program yang didukung oleh ACCESS didalam masyarakat sesuai dengan tujuan ACCESS;
  • Menyediakan informasi awal mengenai masyarakat, sebagai contoh data demografis, sejarah desa, kebudayaan, organisasi masyarakat, fasilitas umum yang telah ada, program lainnya dsb;
  • Membantu mengenai pengenalan program ACCESS kepada masyarakat;
  • Memastikan bahwa perwakilan dilibatkan didalam pertemuan masyarakat untuk mendiskusikan hasil proses penilaian dan perencanaan;
  • Menyediakan masukan kedalam rencana tindakan masyarakat sebelum diajukan ke ACCESS;
  • Memainkan peran yang aktif didalam monitoring dan evaluasi kegiatan didalam masyarakat;
  • Memastikan bahwa inisiatif apapun dari masyarakat konsisten dengan dan tidak meniru rencana pembangunan pemerintah yang mungkin akan mempengaruhi masyarakat desa itu;
  • Menilai apakah hasil dari rencana tindakan dapat dipadukan kedalam Musbangdes;
  • Memfasilitasi diskusi didalam masyarakat mengenai cara-cara apakah hal-hal yang telah dipelajari melalui CLAPP dapat digunakan pada Musbangdes dimasa akan datang.

AusAID

Australian Agency for International Development (AusAID), mengelola program bantuan luar negeri resmi dari Pemerintah Australia.

AusAID didanai oleh Pemerintah Australia melalui dana dari pembayar pajak orang Australia.

Tujuan AusAID dalam Program Indonesia, seperti yang telah disetujui diantara pemerintah Australia dan Indonesia di tahun 2003, adalah untuk menguatkan manajemen ekonomi dan keuangan, membantu membangun lembaga demokrasi, mendorong stabilitas dan keamanan, dan memperbaiki kualitas dan hal yang dapat dicapai dari penyampaian pelayanan pemerintah, pada khususnya di propinsi yang lebih miskin di wilayah timur.

ACCESS didanai oleh AusAID untuk jangka waktu lima tahun sejak Februari 2002 hingga Februari 2007. AusAID, bersama GOI, akan terus-menerus mengamati perkembangan secara keseluruhan dari Proyek dihadapkan pada indikator yang telah disetujui didalam dokumen perencanaan Proyek.

AusAID di Jakarta, Indonesia
AusAID di Canberra, Australia

IDSS Pty Ltd

Kontrak untuk melaksanakan ACCESS telah diberikan kepada International Development Support Services (IDSS). Sebagai sebuah Lembaga Pengelolaan Australia (Australian Managing Agent/AMC), IDSS menyediakan layanan manajemen di lebih dari 140 proyek di 23 negara, termasuk diantaranya Indonesia. IDSS memiliki pengalaman yang luas didalam pengembangan kapasitas LSM lokal dan kelompok masyarakat. Pendekatan IDSS berdasar pada pemahaman bahwa pengembangan masyarakat melibatkan tidak hanya perbaikan kehidupan keluarga tetapi juga memfasilitasi sebuah peran yang lebih kuat bagi masyarakat didalam masyarakat sipil.

Visi IDSS adalah sebuah dunia yang adil dimana terdapat keberagaman orang, kapasitas dan hak yang dihargai dan diperjuangkan.

Misi IDSS adalah untuk mendorong dan terlibat didalam menjalankan pengembangan manusia pada bidang bantuan dengan ketulusan hati dan keunggulan.

Pendekatan IDSS meliputi arah strategis dibawah ini:

  • Melaksanakan praktek pengembangan yang efektif
  • Secara aktif menyaring pembelajaran untuk memperbaiki praktek IDSS dan untuk mempengaruhi lainnya
  • Mengembangkan, mempromosikan dan menerapkan standar bagi perbaikan praktek pengembangan
  • Terlibat didalam dialog aktif dengan lembaga donor dan penerima dana dari donor untuk perubahan praktek dan kebijakan
  • Memelihara kelangsungan hidup komersial
  • Membuat sebuah kontribusi strategis terhadap Oxfam Australia.

IDSS percaya bahwa seperti sebuah pendekatan menghasilkan bantuan yang lebih efektif dan perbaikan hasil pengembangan.

Masyarakat merupakan pusat bagi proses pengembangan. IDSS percaya bahwa pengembangan yang berkelanjutan mensyaratkan masyarakat untuk mengambil tanggung jawab bersama untuk kehidupan mereka yang lebih baik.

Proses Pengembangan harus berkaitan dengan kekuatan masyarakat dan sejarah ketabahan diwajah tantanga dimasa lalu. Kekuatan tersebut termasuk kebudayaan – sebuah sumber dinamis dari inspirasi bagi untuk pengembangan – dan sebuah kekayaan jaringan kerja dan hubungan masyarakat sendiri. IDSS mencoba untuk memelihara hal ini, mendorong masyarakat untuk bekerja bersama dengan cara yang menyertakan baik laki-laki maupun perempuan, dan orang yang paling terpinggirkan didalam masyarakat.

IDSS melihat bahwa didalam sebuah globalisasi dunia yang semakin meningkat, masa depan dari bahkan desa yang terkecil dan yang paling terisolasipun dipengaruhi oleh kekuatan yang lebih besar, dan bahwa pembangunan perlu dilaksanakan didalam sebuah kerangka kerja dari prioritas dan rencana tahunan pemerintah. Hal ini mensyaratkan sebuah pendekatan menyeluruh dari pemerintah untuk menciptakan sebuah lingkungan yang memungkinkan adanya pembangunan. IDSS terlibat dengan masyarakat, masyarakat sipil, sektor swasta, semua tingkat pemerintah dan lembaga multilateral untuk bekerja untuk pembangunan sesuai dengan Tujuan Pengembangan Millenium PBB (UN’s Millennium Development Goals).

IDSS bekerja keras dalam seluruh kerja mereka untuk reflektif, terlibat dan holistik. Sebagai sebuah organisasi pembelajaran dari praktisi pengembangan, IDSS menggambarkan tentang pemikiran pengembangan yang paling baru dan praktek terbaik internasional, serta pelajaran dari pengalaman mereka sendiri di lapangan, terlibat dengan masyarakat.

Pendekatan, nilai, panduan prakyek dan kode etik IDSS menyediakan kerangka kerja bagi seluruh pekerjaan dan pembelajaran mereka.

Tim ACCESS

ACCESS mempunyai staf yang berjumlah 31 yang bekerja didalam dan diantara tujuh tim:

Australian Team Leader - Paul Boon
Deputy Team Leader/Grants Manager (Part Time) – Nina FitzSimons
Senior Program Officer CD Sulsel/Sultra – Sartono
Senior Program Officer CD NTT/NTB – Toha Arifin
Program Officer Sulsel – A. Murni Ismail
Program Officer NTB – Nanik Munthohiyah
Assistant Program Officer Sultra - Muhidin Ma'mun
Assistant Program Officer NTT - Martha Hebi
Senior Program Officer Civil Society – Johnly Poerba
Senior Program Officer CL – Rasita Purba
Office Coordinator – I Komang Budinata
Secretary – Ni Putu Ayu Ratna Mayuni
General Administration Officer - Gusti Agung Eka Hartana
Finance and Grants Manager – IB. Krisdeni Mahajaya
Finance Officer Grants – Ketut Alit Sukadana
Finance Officer Operations - I Nyoman Widiarsa
Guard Bali 1 – Kadek Sutrisna
Guard Bali 2 - Eka Saputra
Cleaning - Ayu Warniti
Driver – I Wayan Wirya Putra (Completed 31 March 2006)
BRF Coordinator (Part Time) – Donna Holden (completed 31 March 2006)
BRF Program Officer – I Nyoman Widiarsa (completed 31 March 2006)

Pemberdayaan Masyarakat

Penerima manfaat utama dari ACCESS adalah bagian masyarakat yang miskin dan kurang mampu di distrik sasaran.

Pendekatan ACCESS mengenal bahwa keberlanjutan dari hasil hanya akan terjadi bila pemberdayaan masyarakat diprioritaskan bersama dengan upaya pencapaian kebutuhan masyarakat praktis.

ACCESS tidak mengharapkan LSM/CSO sebagai penerima manfaat sasaran, tetapi sebagai mitra, yang memainkan peran “fasilitator” bukan “pelaku” di wilayah pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu bergeser dari perilaku yang umum dari LSM/CSO yang menentukan prioritas untuk, atau atas nama, sebuah masyarakat.

Aspek penting dari program ACCESS adalah bantuan mengenai sebuah program untuk memperbaiki keahlian LSM/CSO di kabupaten sasaran dalam memfasilitasi proses Penilaian dan Perencanaan yang Dipimpin oleh Masyarakat (CLAPP). ACCESS mendukung bagi perbaikan keahlian dalam CLAPP termasuk aspek teoritis dari partisipasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan, tetapi berkonsentrasi lebih pada hal-hal praktis, pelatihan berbasis pada kerja di lapangan.

CLAPP

Banyak LSM/CSO di distrik sasaran ACCESS memiliki kemampuan yang terbatas didalam memfasilitasi masyarakat didalam cara yang partisipatif. Dan juga, LSM/CSO biasanya memiliki kekurangan keahlian didalam bekerja dengan, dan membantu, pemberdayaan dari yang secara tradisional paling terpinggirkan didalam masyarakat yaitu – kaum miskin dan kaum perempuan.

ACCESS terfokus pada bantuan sebuah program untuk memperbaiki keahlian LSM/CSO di distrik sasaran didalam memfasilitasi Proses Penilaian dan Perencanaan yang Dipimpin Oleh Masyarakat (CLAPP) dan sesudah itu perbaikan keahlian melalui pendampingan dan upaya-upaya pengembangan kapasitas didalam pelaksanaan program partisipatif dan monitoring dan evaluasi.

ACCESS menyediakan sebuah dana hibah kecil kepada mitra LSM/CSO dan masyarakat di desa terpilih di distrik sasaran untuk membantu masyarakat didalam memfasilitasi proses CLAPP.

ACCESS terfokus pada bantuan sebuah program untuk memperbaiki keahlian LSM/CSO di distrik sasaran didalam memfasilitasi Proses Penilaian dan Perencanaan yang Dipimpin Oleh Masyarakat (CLAPP) dan sesudah itu perbaikan keahlian melalui pendampingan dan upaya-upaya pengembangan kapasitas didalam pelaksanaan program partisipatif dan monitoring dan evaluasi.

ACCESS menyediakan sebuah dana hibah kecil kepada mitra LSM/CSO dan masyarakat di desa terpilih di distrik sasaran untuk membantu masyarakat didalam memfasilitasi proses CLAPP.

Hasil dari CLAPP akan termasuk:

  • Perbaikan kemampuan masyarakat (khususnya kaum miskin dan kaum perempuan) untuk menilai dan merencana
  • Pengakuan dari masyarakat yang lebih luas dan pemerintah desa terhadap kemampuan kaum miskin dan kaum perempuan dalam menilai dan merencana secara efektif
  • Perbaikan kapasitas dari LSM/CSO untuk memfasilitasi proses perencanaan yang berpihak pada kaum miskin dan perempuan yang partisipatif
  • Sebuah rencana nyata dari tindakan bagi pengentasan kemiskinan.

ACCESS telah membuat sebuah Manual CLAPP berdasar pada pengalaman dan hal-hal yang telah dipelajari selama putaran pertama (2003) dari pelaksanaan CLAPP ditiap distrik sasaran.

Pengarus-utamaan Gender dan Kemiskinan (GPI)

ACCESS berdasarkan pada prinsip penyertaan gender dan kemiskinan. Meskipun tujuan baik dari banyak LSM, perempuan dan yang termiskin didalam masyarakat jarang dilibatkan didalam pembuatan keputusan dalam kaitannya dengan perencanaan atau pelaksanaan program pengembangan masyarakat.

Pendekatan ACCESS terhadap gender dan kemiskinan memastikan bahwa kegiatan apapun yang didanai oleh ACCESS akan, dari permulaan, memprioritaskan kebutuhan kaum perempuan dan kaum miskin. ACCESS juga memastikan bahwa kegiatan secara jelas didukung oleh para pemimpin desa dan sebuah perwakilan dari masyarakat yang menandatangani persetujuan dana hibah proyek apapun.

Pendekatan GPI didalam proses perencanaan dan penilaian dan program pengembangan kapasitas adalah sebuah kriteria pengajuan yang penting untuk memungkinkan untuk akses dana hibah pengembangan kapasitas dan pengembangan masyarakat. Usulan untuk dana hibah ini harus secara jelas menunjukkan peran perempuan dan kaum miskin didalam partisipasi dan pembuatan keputusan dan harus secara jelas mengidentifikasi bagaimana kelompok-kelompok ini akan mendapat keuntungan dari proyek.

Pengelompokkan data (atas dasar gender dan kemiskinan) telah dilakukan secara terus-menerus disepanjang siklus proyek, yaitu dari pengidentifikasian penerima manfaat sasaran selama persiapan usulan proyek, selama pelaksanaan kegiatan proyek, dan selama latihan monitoring dan evaluasi. ACCESS merancang Alat Snapshot Pengembangan Masyarakat untuk mengawasi pemberdayaan masyarakat selama pelaksanaan dengan menilai partisipasi dari kelompok-kelompok kurang mampu ini didalam kegiatan proyek dan didalam pembuatan keputusan, serta pengidentifikasian kesenjangan yang harus diisi dalam hal kontribusi kepada, dan manfaat dari, proyek.

Keberlanjutan

ACCESS sangat terfokus pada keberlanjutan dari manfaat hasil dari program dana hibah bantuan masyarakat dan pengembangan kapasitas.

Dalam hal program bantuan masyarakat, ACCESS telah membuat sebuah Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk memandu pelaksanaan dan pengembangan program demi lebih memastikan hasil yang berkelanjutan.

Sebuah kegiatan yang berkelanjutan adalah yang terus-menerus berfungsi baik setelah bantuan ACCESS selesai. Hal ini karena kegiatan yang dikelola secara efektif dan digunakan secara efektif oleh masyarakat, pada khususnya kaum miskin. Berdasar pada pemahaman, ACCESS tidak dianggap sebagai sebuah mekanisme yang sederhana untuk menyediakan dana bagi kegiatan-kegiatan “pengembangan masyarakat”. Merupakan mandat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan yang berkelanjutan yang membantu untuk memperbaiki kualitas hidup didalam masyarakat, pada khususnya bagi baik kaum perempuan maupun kaum miskin. Juga dimasukkan kedalam hitungan dampak dari kegiatan pengembangan pada kelompok masyarakat yang berbeda, pada lingkungan dan pada kepemerintahan masyarakat.

Monitoring dan evaluasi dari keberlanjutan dibantu oleh Alat Snapshot Pengembangan Masyarakat:

  • Sebuah fokus yang ditingkatkan pada bantuan pengembangan kapasitas (termasuk di wilayah seperti halnya partisipasi dan pendekatan yang didasarkan pada penerima manfaat dan keberlanjutan keuangan);
  • Memastikan staf Proyek bekerja dalam prioritas LSM/CSO sendiri dan pada langkah yang ditentukan oleh mereka;
  • Jumlah staf proyek yang cukup untuk mendukung LSM/CSO selama persiapan yang menentukan dari usulan dan pelaksanaan proyek;
  • Membangun kemitraan yang kuat diantara masyarakat dan mitra LSM untuk perencanaan dan pelaksanaan proyek dengan menggunakan pendekatan CLAPP;
  • Dengan menggunakan proses CLAPP meningkatkan kemampuan dan rasa percaya diri dari masyarakat untuk merencanakan untuk, dan mengelola, kegiatan-kegiatan mereka sendiri;
  • Memobilisasi, pelatihan dan membantu laki-laki, perempuan, keluarga yang mampu dan anggota masyarakat yang miskin untuk keseluruhan aspek dari pelaksanaan proyek, manajemen dan pemeliharaan proyek;
  • Membantu terhadap pengembangan masyarakat dijangka panjang dan sehingga berhubungan dengan kontek yang lebih luas, tidak hanya melihat pada jalan keluar jangka pendek, tetapi dampak jangka panjangnya;
  • Membantu meningkatkan kerjasama dan kolaborasi diantara LSM, CSO, Pemerintah dan lembaga donor;
  • Mendorong pembelajaran yang terus-menerus dengan sejumlah cara termasuk: melalui modul khusus didalam program Pengembangan Kapasitas Umum; penggunaan ‘Rencana Tindakan’ bagi LSM/CSO untuk mengkonsolidasikan pembelajaran yang didapatkan dari program pengembangan kapasitas, membantu pembelajaran dengan menggunakan alat snapshot didalam monitoring dan evaluasi partisipatif baik program pengembangan kapasitas maupun dana hibah masyarakat; menyediakan bantuan tambahan untuk memasukkan hal-hal yang telah dipelajari kedalam ACCESS;
  • Menyediakan monitoring yang rutin (untuk membantu mengidentifikasi bantuan lebih jauh lainnya yang dibutuhkan untuk membantu LSM/CSO atau proyek yang sedang dilaksanakan).

Keberlanjutan dampak dari bantuan ini diukur melalui Alat Snapshot Pengembangan Keorganisasian.

Fokus Geografis

Propinsi Sasaran

ACCESS dilaksanakan diseluruh Indonesia. Bagaimanapun, pendanaan difokuskan di Propinsi Sasaran seperti yang disetujui oleh Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia.

Propinsi Sasaran ACCESS diantaranya:

Sulawesi Tenggara
Sulawesi Selatan
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur.

Kabupaten Sasaran

Di empat Propinsi Sasaran ACCESS terdapat delapan Kabupaten Sasaran. Kabupaten Sasaran ini menentukan Wilayah Sasaran ACCESS. Ini termasuk diantaranya:

Kabupaten Buton
Kabupaten Muna
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Lombok Barat
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Sumba Barat
Kabupaten Sumba Timur

Wilayah Sasaran ACCESS

Untuk maksud program ACCESS, delapan Kabupaten Sasaran telah ditentukan sebagai Wilayah Sasaran ACCESS. Delapan kabupaten sasaran ini ditentukan mengikuti sebuah Penilaian Wilayah di empat Propinsi Sasaran pada permulaan Proyek. Pemilihan kabupaten didasarkan pada sejumlah faktor termasuk diantaranya Human Development Report Indicators, seperti halnya Human Development Index, Human Poverty Index, Gender Empowerment Measure, Health Condition, Housing Condition, Labour Force dan Poverty Condition, School Attendance dan Economic Performance.

Fokus geografis di delapan kabupaten ini memungkinkan Proyek untuk mengikuti sebuah proses keterlibatan yang progresif dengan LSM dan CSO, dimana juga memungkinkan Proyek untuk mencapai sebuah pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan mengenai, dan menjadi lebih tanggap terhadap, perorangan LSM/CSO.

Ini berarti bahwa sebagian besar kegiatan ACCESS akan dikonsentrasikan di delapan kabupaten sasaran. Program Pengembangan Kapasitas dan program Civil Society ACCESS semata-mata akan dilaksanakan di distrik sasaran ACCESS.

Terdapat jumlah dana yang terbatas untuk mendukung dana hibah bersifat inovatif diluar distrik sasaran.

Jenis Dana Hibah

Terdapat tiga jenis dana hibah dalam program ACCESS. Diantaranya:

  1. Dana Hibah Bantuan Masyarakat
  2. Dana Hibah Pengembangan Kapasitas
  3. Dana Hibah Bantuan Khusus

Jumlah total anggaran dana hibah diperkirakan sebanyak AUD 8,173,535 selama masa lima tahun.

Dana Hibah Pengembangan Masyarakat di Wilayah Sasaran

Dana hibah dibawah kategori ini adalah untuk membantu kegiatan masyarakat di distrik sasaran ACCESS. Mereka harus menyumbang terhadap tujuan ACCESS tentang pengentasan kemiskinan dan bantuan untuk pemberdayaan masyarakat.

Usulan bagi bantuan dibawah kategori ini harus menunjukkan penggunaan proses pembuatan keputusan yang partisipatif dan/atau keadilan didalam pembuatan keputusan.

Kegiatan dibawah kategori ini akan termasuk bantuan untuk:

  1. Proses Penilaian dan Perencanaan Yang Dipimpin Oleh Masyarakat (CLAPP)
  2. Pelaksanaan rencana pengembangan masyarakat berdasar pada CLAPP
  3. Lokakarya Civil Society Index (untuk membuat Rencana Tindakan Masyarakat Sipil Kabupaten Setempat)
  4. Pelaksanaan Rencana Tindakan Masyarakat Sipil Kabupaten
  5. Dana hibah kreatif/inovatif

Dana Hibah Pengembangan Masyarakat diluar Distrik Sasaran

Jumlah dana yang terbatas tersedia bagi kegiatan diluar distrik/kabupaten sasaran. Kegiatannya harus menyumbang terhadap tujuan ACCESS tentang pengentasan kemiskinan dan/atau pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan keadilan. Walaupun kegiatannya hanya akan berjangka pendek (kurang dari 6 bulan), mereka harus menunjukkan secara jelas dampak jangka panjangnya.

Dana hibah dibawah kategori ini harus didasarkan pada ide atau pendekatan yang kreatif atau inovatif, dan untuk mencobakan inisiatif baru yang berpotensi bagi adopsi dan penerapan yang lebih luas lagi.

Jenis kegiatan yang dapat didukung termasuk kegiatan percobaan (sebagai contoh tehnologi yang cocok), seminar, study tour, pengembangan media atau kegiatan yang meningkatkan penyertaan gender dan meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kaum miskin.

Dana Hibah Pengembangan Kapasitas

Dana hibah dibawah kategori ini adalah untuk mendukung pengembangan kapasitas bagi LSM/CSO yang terpilih didalam kabupaten sasaran.

Dukungan dapat disediakan bagi berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, sebagai contoh pelatihan tradisional didalam kelas, pelatihan praktis/berdasar di lapangan, study tour, produksi bahan-bahan, seminar, pertukaran, pelatihan dan pendampingan.

Jenis dana hibah yang dapat didanai dibawah kategori ini termasuk diantaranya:

  1. Pengembangan kapasitas umum (untuk memecahkan kebutuhan pengembangan kapasitas pada umumnya)
  2. Dana hibah untuk mendukung peningkatan penilaian diri sendiri dan keahlian perencanaan keorganisasian
  3. Pengembangan kapasitas perorangan (untuk kebutuhan khusus kelembagaan)
  4. Penguatan bagi Penyediaan Layanan Propinsi (meningkatkan kualitas fasilitator lokal yang tersedia)

Dana Hibah Bantuan Khusus

Dana hibah dibawah kategori ini tersedia untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang tidak dicakup didalam kategori dana hibah lainnya dan didalam menanggapi terhadap kegiatan-kegiatan khusus dan hanya merupakan permintaan khusus dari AusAID.

Dana hibah ini mungkin untuk tanggapan yang cepat terhadap kasus darurat atau pemulihan dikarenakan bencana alam atau lainnya atau kekacauan sipil atau untuk perdamaian, seperti halnya Bali Rehabilitation Fund saat ini.

Kriteria Persyaratan

Tujuan ACCESS untuk menyediakan bantuan kepada organisasi yang terpilih yang memiliki perhatian terhadap tujuan Proyek tentang pengurangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dengan pengarus-utamaan gender dan kemiskinan, dan dapat termasuk baik LSM/CSO serta organissi berbasis masyarakat setempat (seperti halnya perkumpulan petani dan kelompok-kelompok perempuan). Untuk menerima bantuan dari ACCESS, organisasi harus paling tidak:

  • Terdaftar dan benar-benar ada di Indonesia (dimana, secara resmi dikenal oleh badan Pemerintah) dengan bentuk komunikasi yang dapat dipercaya.
  • Mampu dan mau menunjukkan laporan rekening tahunan atau pernyataan keuangan tahun lalu atau dibantu oleh sebuah organisasi dengan kapasitas terkait.
  • Mau dan mampu membuka sebuah rekening bank terpisah atau program rekening untuk mengelola dana Proyek.

Kriteria Pemilihan

Secara umum, sebuah usulan hanya akan dipertimbangkan untuk dibantu oleh ACCESS bila usulan tersebut secara jelas dapat menunjukkan bahwa -

  • Secara jelas sesuai dengan tujuan ACCESS tentang perbaikan kualitas hidup, pada khususnya bagi kelompok-kelompok yang paling terpinggirkan.
  • Pendekatannya adalah dengan penyertaan gender dan kemiskinan, dan termasuk sebuah analisa sosial dan gender yang pasti.
  • Usulan berorientasi menuju keberlanjutan dan membantu diri sendiri, dengan mempertunjukkan sebuah komitmen mengenai bagian dari penerima manfaat/atau pihak berwenang setempat (contoh: pemerintah setempat) untuk melaksanakan dan mempertahankan kegiatan. Usulan yang menyertakan kegiatan dimana penerima manfaat membuat/memberikan sebuah sumbangan yang signifikan dari mereka sendiri berupa tenaga, bahan-bahan atau uang tunai akan lebih dipertimbangkan.
  • Organisasi memiliki pengalaman yang sesuai dan sebuah catatan prestasi yang memuaskan, dan/atau menunjukkan adanya dukungan masyarakat, serta sebuah struktur keorganisasian untuk mendukung kegiatan yang diusulkan.
  • Organisasi (dan stafnya) dapat menunjukkan bahwa tidak sedang melakukan secara penuh terhadap, atau sedang didalam sesuatu pekerjaan yang dibayar, organisasi lainnya (sebagai contoh Pemerintah, lembaga donor lainnya) untuk kegiatan yang mirip atau sama.
  • Menggunakan pendekatan yang inovatif untk mendorong pemberdayaan masyarakat dan keadilan yang memiliki peluang bagi penerapan yang lebih luas di lingkungan masyarakat lainnya.
  • Usulan cocok dengan prioritas pembangunan dari pemerintah Indonesia dan Australia, tidak mendukung kegiatan-kegiatan yang bersifat politik atau penyebaran agama, dan bernilai bagi uang yang akan dikeluarkan
  • Organisasi mau bekerja secara kemitraan dengan ACCESS didalam menyempurnakan rencana, kegiatan dan pendekatan monitoring dan evaluasi
  • Bila sesuai, organisasi yang telah melakukan sebuah penilaian kegiatan yang diusulkan tentang dampak lingkungannya, mengidentifikasi berbagai kemungkinan dampak baik positif maupun negatif dari kegiatan pada lingkungan, dan menjelaskan rencana untuk pengawasan dan memecahkan kemungkinan dampak negatifnya.

Organisasi atau kelompok mau mengajukan sebuah proposal yang diminta untuk membuat kontak pertama dengan Program Officer ACCESS untuk mendiskusikan konsepnya.

Proses Pengajuan Usulan

LSM/CSO atau kelompok masyarakat yang tertarik didalam pengajuan sebuah usulan direkomendasikan untuk mendiskusikan konsep usulan mereka dengan seorang Project Officer mengenai proses pengajuan usulan tersebut.

LSM/CSO atau kelompok masyarakat akan diberi arahan dari Project Officer ACCESS mengenai persyaratan usulan.

Pertanyaan lebih lanjut mengenai pengajuan proposal dapat didapatkan dengan menghubungai: access-ind@indo.net.id

Proses Penilaian dan Persetujuan

Proses penilaian telah dibuat sehingga bersifat terbuka, adil dan transparan, dan berdasarkan pada panduan penilaian yang jelas.

Usulan dapat diajukan kapanpun. Penilaian usulan secara umum akan memakan waktu tiga bulanan, diperkirakan pada akhir Maret, Juni, September dan Desember, walaupun akan terdapat keleluasaan untuk memungkinkan penilaian ad hoc bila diperlukan.

Sebuah panel yang terdiri dari sumber daya perorangan setempat (secara tehnis maupun metodologis), seorang anggota staf ACCESS dan paling tidak seorang konsultan eksternal akan melakukan penilaian. Bila perlu, penilaian itu sendiri akan dilaksanakan secara lokal untuk memungkinkan komunikasi langsung dengan masyarakat yang mengusulkan.

Hasil dari penilaian akan disampaikan kepada organisasi pengusul dalam waktu tiga minggu sejak keputusan dibuat. Bila sebuah usulan tidak diterima, sebuah penjelasan akan disampaikan kepada organisasi, dengan rincian tentang bagaimana untuk memperbaiki usulan, atau kemungkinan dengan lembaga donor lainnya yang mungkin mampu menyediakan bantuan.

Untuk menghemat waktu dan menghindari kekecewaan, sangat direkomendasikan bahwa organisasi mendiskusikan rincian usulan dan pendekatan dengan staf ACCESS mengenai pengajuan usulan mereka.

warsofarm

Kenikmatan Wisata Durian

Sebelum membuka kawasan wisata agro ini, sang pemilik harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik.

Tiupan udara sejuk langsung terasa melegakan paru-paru saat memasuki kebun durian di Warso Farm. Pohon durian yang berjajar sangat rapi, memberi pemandangan yang sangat menawan. Kebun yang berada di perbukitan di Desa Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor ini menawarkan konsep agrowisata yang menarik perhatian banyak pengunjung.

Untuk mencapai lokasi ini sangatlah mudah. Dari Kota Bogor cukup satu kali naik angkutan kota jalur 03 jurusan Ramayana-Cihideung. Akhir dari rute angkutan kota ini sudah berada sangat dekat dengan kebun milik H Soewarso Pawaka ini. Hanya berjalan beberapa langkah dari terminal akhir angkutan kota, pengunjung bisa langsung melihat papan nama bertuliskan Warso Farm. Berdekatan dengan papan nama itu, terdapat 'patung' durian yang berukuran sangat besar. Di situlah lokasi agrowisata durian berada.

Anda yang menggunakan kendaraan pribadi juga cukup mudah untuk mencapai lokasi ini. Dengan menyusuri jalan utama yang melintas di Desa Cihideung, Anda akan menemukan 'patung' durian ini. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Bogor dengan Sukabumi. Replika durian tersebut menjadi ciri yang sangat khas area wisata durian Warso Farm.

Bagian yang pertama kali terlihat saat memasuki lokasi tersebut adalah tempat parkir yang sangat luas. Bersebelahan dengan tempat parkir, terdapat balai yang dindingnya penuh dengan foto-foto kegiatan di kebun tersebut. Balai tersebut juga bisa menjadi lokasi bagi para pengunjung untuk mencicipi durian yang dipetik dari kebun durian seluas 8 hektare itu.

Kebun duriannya sendiri, berada tidak jauh dari balai tersebut. Pengunjung tinggal berjalan lebih masuk lagi untuk memasuki kebun yang tertata sangat rapi. Selain terdapat sekitar 800 batang pohon durian, di kebun ini juga terdapat hamparan sawah dan beberapa bangunan seperti saung untuk menjadi tempat istirahat. Di area persawahan ini, anak-anak kecil bisa bermain lebih bebas. Area persawahannya sendiri luasnya sekitar 8 haktare. Jadi, luas total Warso Farm sekitar 15 hektare.

Sedang bangunan berbentuk saung itu bisa menjadi tempat istirahat bagi pengunjung yang kelelahan setelah mengelilingi kebun. Di tempat ini pula, para pengunjung bisa menggelar pertemuan kecil dengan nuansa yang sangat menyegarkan.

Ada juga bangunan permanen yang tersedia di wilayah perbatasan kebun durian dan area persawahan. Bangunan permanen ini bisa menjadi penginapan para pengunjung yang ingin menikmati malam hari di kebun durian.

Bisa dibilang, Warso Farm ini menjadi pelopor wisata durian di Indonesia. Karena itulah, seluruh fasilitas pendukung yang tersedia di lokasi ini memang disiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan yang membludak di akhir pekan. Di lokasi ini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati durian segar dengan varitas unggul, tapi juga bisa belajar banyak tentang seluk-beluk buah tersebut.

Berseberangan dengan kebun durian, terdapat lahan yang cukup luas tempat pembibitan berbagai varitas pohon durian. Di tempat ini, para pengunjung bisa melihat langsung proses pembiakan pohon durian. Beberapa petugas di areal pembenihan ini pun bersedia menjelaskan trik dan tips menanam durian agar bisa menghasilkan buah yang menggiurkan.

Ada durian kesukaan Bung Karno
Sang pemilik Warso Farm, Soewarso, mengungkapkan bahwa lokasi wisata durian miliknya itu disiapkan sejak tahun 1980. Baru mulai tahun 1990, areal tersebut ditanami durian dengan berbagai varitas. Pria berusia 79 tahun itu mengaku, dirinya harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik. Selain itu, dia juga terus menjalin kontak dengan para petani durian di negara tersebut.

Maklumlah, sebagian besar tanaman durian yang berada di kebun tersebut memang jenis durian montong yang asalnya dari Thailand. ''Selain montong, kami juga menanam varitas lain,'' ungkap ayah enam anak dan kakek 16 cucu itu. Jenis durian yang bisa ditemui di lokasi agrowisata tersebut selain durian montong adalah, durian petruk, lai, simas, kaniau, hepe, tunan, D-24, sukun, citokong, cane, serta unggul bakul. ''Durian simas adalah durian kesukaan Bung Karno,'' ungkap Soewarso.

Mulanya, pengunjung yang hendak masuk ke kebun wisata ini sama sekali tidak ditarik biaya. Namun karena adanya risiko kerusakan yang harus ditanggung, saat ini pengunjung dikenai biaya Rp 5.000 per orang untuk masuk kebun durian ini. Kebun itu pun hanya bisa dimasuki pengunjung pada hari Sabtu dan Ahad. Selain hari itu, pengunjung hanya bisa menikmati durian di balai bagian depan Warso Farm. Di hari Jumat, seluruh area wisata durian ini tutup.

Untuk mengelola lokasi wisata seluas itu, Soewarso mempekerjakan 50 orang dari desa setempat. Setiap tiga bulan sekali, seluruh pegawai dikumpulkan untuk diberi nasihat mengenai filsafat hidup dan pentingnya menyatu dengan alam. "Sebab, untuk bisa merawat tanaman (durian) ini, kita harus bisa benar-benar menyatu. Kita harus tinggal di sini," ungkap dia.

Memang, di lokasi wisata durian itulah, Soewarso dan keluarganya tinggal. Selain pengunjung yang datang untuk berwisata, Warso Farm juga menjadi rujukan bagi mereka yang ingin berkebun durian. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, menjelaskan bahwa tempat wisata yang dikelolanya itu sudah cukup banyak dikunjungi pejabat yang terkait dengan pertanian dari negara lain. ''Menteri pertanian Srilanka termasuk orang yang pernah datang ke sini,'' ungkap Buyung. Selain itu, menurut dia, juga cukup banyak bupati dan gubernur yang bertandang ke tempat agrowisata durian tersebut untuk menjajaki kemungkinan mengembangkan hal serupa di daerahnya. Sebagian di antara mereka, kini sudah memulainya.

Bibit dan Pupuk Dibuat Sendiri

Saat mulai membangun lokasi wisata durian di Desa Cihideung, Kecamatan, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Soewarso Pawaka mengaku sempat terkecoh oleh para pedagang benih durian. Untuk membangun kebunnya, dia mengandalkan bibit yang dijual para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situ, dia sering tertipu.

Menurut dia, para pedagang sering mengatakan bahwa bibit yang dijualnya adalah bibit durian montong. Ini adalah durian varitas unggul yang berasal dari Thailand. Selain buahnya besar, rasa duriannya juga manis dengan biji yang kecil dan daging yang sangat tebal. Setelah dinyatakan sebagai durian montong, Soewarso pun langsung membeli bibit itu. Namun setelah ditanam, ternyata bukan durian montong yang dibuahkannya, melainkan durian lokal biasa. Terpaksalah, tanaman itu ditebang dan diganti lagi dengan bibit baru.

Kini, Soewarso tidak bisa lagi terkecoh. Lokasi wisata duriannya kini sudah mengembangkan sendiri bibit-bibit durian varitas unggul. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, mengungkapkan bahwa bibit yang dihasilkannya memiliki sifat yang mirip dengan induknya. Bibit-bibit itu, menurut Buyung, juga dijual secara bebas. Setiap bulan, kebun tersebut bisa memproduksi sekitar 7.000 bibit durian varitas unggul.

Selain bibit, Warso Farm juga membuat pupuk sendiri untuk menyuburkan tanaman durian. Pupuk itu tidak lain adalah kompos yang merupakan campuran pupuk kandang dengan sampah dedaunan. ''Kalau kita membeli pupuk di luar harganya Rp 4.000 per kilogram, di sini hanya Rp 1.000 per kilogram,'' ungkap Buyung.

Sampah dedaunan bisa diperoleh dari area perkebunan. Sedang pupuk kandangnya, dikumpulkan dari warga setempat yang memelihara ternak. ''Beberapa karyawan di sini juga ada yang biasa mengumpulkan kotoran dari binatang ternak,'' ungkap Soewarso. Menurut dia, pupuk kandang tersebut bisa memberi penghasilan tambahan kepada warga setempat.

Kini Soewarso sangat terobsesi untuk membuat kompos dalam skala yang lebih besar dengan memanfaatkan sampah. Dia ingin mengolah begitu banyak sampah yang menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah menjadi kompos. Dia sangat berharap obsesinya ini bisa segera diwujudkan.
(irf )

Selasa, 18 September 2007

minimalis

Banyak bentuk rumah minimalis yang ternyata tidak minimalis. Betul, ini apabila kita mengacu pada konsep awal desain minimalis yang meminimalisir segala bentuk ornamen dan aksesoris yang menyertai. Jadi secara sederhananya rumah minimalis adalah rumah yang polos los, tanpa ornamen dan ukiran apa-apa. Kalau pada tahun 2002 akhir, atau awal tahun 2003, kita sempat melihat rumah minimalis mulai bermunculan, itulah sebenarnya rumah minimalis yang mengacu pada konsep awal.

Dindingnya adalah dinding yang polos dengan dominasi warna putih atau turunannya, seperti abu-abu. Bentuk pintu kotak dengan tambahan satu atau dua garis sebagai variasi. Jendelanya adalah jendela kaca polos yang tinggi dan lebar, tanpa hiasan profil atau architrave. Terakhir, atapnya adalah atap dak, sehingga keseluruhan bentuk rumahnya adalah serba kotak dan polos, alias `kotak habis'.

Sekarang ini rumah minimalis sudah banyak dimodif, dipermak dan dipoles sana-sini. sehingga kita tidak melihat konsep awal minimalis diterapkan di situ. Bahkan konsep minimalis `dijodohkan dan dikawinkan' dengan berbagai konsep seperti mediteran, tropis dan etnik. Hasil dari perjodohan dan perkawinan itu adalah konsep rumah yang tidak bisa kita katakan apakah itu minimalis, etnis atau tropis. Akhirnya sering kita sebut dengan sekenanya saja, etnis minimalislah, tropis minimalislah, dan sebagainya.

Tapi ngomong-ngomong, apakah rumah minimalis dengan berbagai `variannya' itu cocok kita bangun di negeri ini yang iklimnya iklim tropis, dimana kalau musim kemarau panasnya begitu terik, dan kalau musim penghujan, hujan deras yang terus menerus bisa bikin banjir?
(bersambung)

Jumat, 07 September 2007

2 PhD Funded Research on Tsunami

2 PhD Funded Research on Tsunami

(1) Tsunami: their generation and effects
Applicants are sought for a fully funded EPSRC PhD studentship to be held at the Department of Civil and Environmental Engineering at UCL and HR Wallingford (www.civeng. ucl.ac.uk ; www.hrwallingford. co.uk). The project will involve numerical modeling and experiments for the optimization of the new and unique large-scale tsunami generator at HR Wallingford. The successful applicant will become a part of the EPSRC-funded Earthquake and People Interaction Centre, (EPICENTRE: http://gow.epsrc. ac.uk/ViewGrant. aspx?GrantRef= EP/F012179/ 1), and be expected to interact with researchers in coastal and earthquake engineering, and psychology. The nature of the project should suit students from a wide range of numerate backgrounds, (eg aeronautical, mechanical or civil engineering, physics or applied mathematics) , who are responsible, adaptable and passionate about carrying out physical experiments.
Application deadline: 7th September 2007
Interviews: 17th – 21st September 2007

(2) Project Start Date: October 2007


Simulation of Tsunami (violent flows) and their Effects

Tsunami generation and propagation processes are reasonably well-modelled by present tools; inundation processes are less completely or reliably modelled, and translating these flows into lateral loads and damage of buildings is extremely weak. UCL’s EPICENTRE is collaborating with HR Wallingford in the development of a Tsunami Generator. This unique piece of equipment, will be used in the extensive experimental facilities at HR Wallingford and is intended to allow realistic simulation of tsunami wave actions at relatively large scales (1:50-1:150) . The project involves optimization of the testing facilities and generator through numerical modeling (using several software packages), input to the design and testing of the Tsunami Generator, and running experimental tests in simulations of realistic tsunami waves. Data on structural loads and scour potential will allow validation of analytical models to simulate tsunami flow onshore, scour around structures and interaction
of tsunami waves with buildings.


Applicants will be required to present / publish results and to work with the teams of researchers at HR Wallingford and at the EPICENTRE. The applicant will need to spend time both at HR Wallingford and UCL when required.


The Applicant:

The ideal candidate will have a good background in engineering or the physical sciences. Experience in one or more of the methods used for the project, as detailed above, would be an advantage.


The Funding: The scholarship covers UCL registration fees and provides a stipend of £14,622 /annum. Travel expenses and necessary research equipment will also be paid for.


Application Procedure:

Suitable applicants should send a cover letter and CV to t.rossetto@ucl. ac.uk .


Applicants should also apply at the same time to UCL by submitting the general PhD application form, available from: http://www.ucl. ac.uk/prospectiv e-students/ graduate- study/applicatio n-admission , entering Civil and Environmental Engineering as the department and naming Dr Tiziana Rossetto as the proposed supervisor. The original should be sent to the Admissions office; and a copy should also be sent to: Dr Tiziana Rossetto, Department of Civil and Environmental Engineering, University College London, Gower St, London WC1E 6BT, UK.



[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___

Dicari : Landscape Architect yg jago Maintenance

Dicari : Landscape Architect yg jago Maintenance PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 14 August 2007
Hallo Semua...

Kalau ada teman yg berminat :

Jabatan : Supervisor Perawatan Lingkungan
Lokasi kerja : Gading Serpong, Tangerang Persyaratan yg diminta :

- Sangat mengerti mengenai perawatan lanskap di lingkungan perumahan
- Pengalaman 4 - 6 tahun
- Lebih disukai perempuan (hehheehe... )
- Bisa bekerja di lapangan (bisa gaul ama mamang2, hihihi... :D )

Jika berminat dan serius buat lamaran lengkap, ditujukan ke :

u.p. : Mr. RPM Henky Hendrayana Surya
Estate Manager Paramount Serpong

lalu hubungi CINDY di 0812 812 1036, ntar saya antar ke User-nya

Thanks
T. Arya Cindy
LA'33

Lowongan Konsultan Lanskap

Lowongan Konsultan Lanskap PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh kidned erl
Tuesday, 28 August 2007
Untuk Rekan-rekan semua ada penawaran pekerjaan Dari sebuah Perusahaan Konsultan Lanskap di bali
untuk mengisi Posisi Drafter
dengan kualifikasi dasar
menguasai CAD dan photoshop

kirimkan lamaran beserta port folio ke:
irwan_studio@yahoo.co.idAlamat email ini sudah di proteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihat alamat email ini

info lebih lengkap hubungi
irwan 085 638 500 25

Selasa, 04 September 2007

praktikum bahan bacaan

5 september 2007 pukul 7
kita akan praktikum mengenal lingkungan ipb
dengan melihat aspek pengelolaan baik biofisik-budaya-sosial-ekonomi
karena pak hadi kejakarta dalam rangka menghadiri seminar....
jai dialih tugskan ke bapak wahyu
beserta kuliah
format laporan
seperti makalah

Senin, 03 September 2007

fieldtrip

Printable View This message is not flagged. [ Flag Message - Mark as Unread ]

To:landscapeipb@yahoogroups.com
From:Send an Instant Message "ARL IPB" Add to Address BookAdd to Address Book Add Mobile Alert
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoogroups.com. Learn more
Date: Sat, 1 Sep 2007 06:31:12 -0700 (PDT)
Subject: Re: [Arsitektur Lanskap IPB] Reply dari rawe
Dear Alumnies…
Sekedar me refresh, Minggu depan akan ada field trip ARL tanggal 8&9 Sept 2007 di Ciapus. Nah sekarang teknis ketemuannya niy.
Panitia akan berangkat hari sabtu 8 sept 2007 pukul 6 pagi dari bengkel landsacpe kampus faperta IPB Dramaga. Tapi jam segitu kan akan merepotkan kakak2 alumni apalagi yang di jakarta . So, bagaimana kalo alumni yang ingin hadir kumpul di BTM pukul 12.00 WIB di food court lantai 3. jadi gampang ketemuannya. Nanti akan ada panitia penjemput yang akan menjemput para alumni.kalo bisa saya juga akan menjemput(coz dari pagi aku dah di villa ciapus)
Untuk biaya, panitia memohon Rp 25.000,- per orang(menurut panitia loh)
Untuk sementara yang bersedia ikut (udah confirm via milist)
  1. Rawe
  2. Uda
  3. Emul
  4. Akmal
  5. Lina
  6. Akhmad
  7. Johannes
Oke segini dulu, nanti kalo ada kabar dari panitia, aku akan kabarin lagi secepatnya.
Thank you very much
yours sincerely,
Akhmad Arifin Hadi (Mack LA36) 08568869776