Sabtu, 02 Februari 2008

langit menurunkan hujan


untuk semua, orang dan umat dimuka bumi, ketika kemarau panjang kau kunantikan, setelah kau hadir kau kumaki,,,Nyanyian rintik hujan terasa begitu indah. Bagaikan melodi syahdu, nyanyian itu berhasil membius hatiku yang sepi. Bagai sebuah symphoni merdu, nyanyian itu berhasil mengundang rindu yang telah lama terendapkan dalam lara jiwaku. Kubiarkan tetes demi tetes mengalir lembut di kaca jendela kamarku, membentuk alur nan indah dengan wujudnya yang tak sempurna. Begitu nyamannya bermain dengan khayalanku tentang bentuk alur tersebut, berimajinasi tentang wujud apa yang seharusnya dan bisa terbentuk dari alur tersebut. Kadang aku melihat alur itu membentuk sebuah wajah, atau bahkan sebuah postur manusia. Terkadang alur itu terlihat seperti binatang, bunga, atau pohon. Tapi lebih seringnya hanya membentuk garis tak beraturan tanpa makna.
Aku selalu dapat menghabiskan waktu untuk berlama-lama memandangi dan mendengarkan rintikan hujan itu

Tidak ada komentar: