Jumat, 21 September 2007
warsofarm
Sebelum membuka kawasan wisata agro ini, sang pemilik harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik.
Tiupan udara sejuk langsung terasa melegakan paru-paru saat memasuki kebun durian di Warso Farm. Pohon durian yang berjajar sangat rapi, memberi pemandangan yang sangat menawan. Kebun yang berada di perbukitan di Desa Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor ini menawarkan konsep agrowisata yang menarik perhatian banyak pengunjung.
Untuk mencapai lokasi ini sangatlah mudah. Dari Kota Bogor cukup satu kali naik angkutan kota jalur 03 jurusan Ramayana-Cihideung. Akhir dari rute angkutan kota ini sudah berada sangat dekat dengan kebun milik H Soewarso Pawaka ini. Hanya berjalan beberapa langkah dari terminal akhir angkutan kota, pengunjung bisa langsung melihat papan nama bertuliskan Warso Farm. Berdekatan dengan papan nama itu, terdapat 'patung' durian yang berukuran sangat besar. Di situlah lokasi agrowisata durian berada.
Anda yang menggunakan kendaraan pribadi juga cukup mudah untuk mencapai lokasi ini. Dengan menyusuri jalan utama yang melintas di Desa Cihideung, Anda akan menemukan 'patung' durian ini. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Bogor dengan Sukabumi. Replika durian tersebut menjadi ciri yang sangat khas area wisata durian Warso Farm.
Bagian yang pertama kali terlihat saat memasuki lokasi tersebut adalah tempat parkir yang sangat luas. Bersebelahan dengan tempat parkir, terdapat balai yang dindingnya penuh dengan foto-foto kegiatan di kebun tersebut. Balai tersebut juga bisa menjadi lokasi bagi para pengunjung untuk mencicipi durian yang dipetik dari kebun durian seluas 8 hektare itu.
Kebun duriannya sendiri, berada tidak jauh dari balai tersebut. Pengunjung tinggal berjalan lebih masuk lagi untuk memasuki kebun yang tertata sangat rapi. Selain terdapat sekitar 800 batang pohon durian, di kebun ini juga terdapat hamparan sawah dan beberapa bangunan seperti saung untuk menjadi tempat istirahat. Di area persawahan ini, anak-anak kecil bisa bermain lebih bebas. Area persawahannya sendiri luasnya sekitar 8 haktare. Jadi, luas total Warso Farm sekitar 15 hektare.
Sedang bangunan berbentuk saung itu bisa menjadi tempat istirahat bagi pengunjung yang kelelahan setelah mengelilingi kebun. Di tempat ini pula, para pengunjung bisa menggelar pertemuan kecil dengan nuansa yang sangat menyegarkan.
Ada juga bangunan permanen yang tersedia di wilayah perbatasan kebun durian dan area persawahan. Bangunan permanen ini bisa menjadi penginapan para pengunjung yang ingin menikmati malam hari di kebun durian.
Bisa dibilang, Warso Farm ini menjadi pelopor wisata durian di Indonesia. Karena itulah, seluruh fasilitas pendukung yang tersedia di lokasi ini memang disiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan yang membludak di akhir pekan. Di lokasi ini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati durian segar dengan varitas unggul, tapi juga bisa belajar banyak tentang seluk-beluk buah tersebut.
Berseberangan dengan kebun durian, terdapat lahan yang cukup luas tempat pembibitan berbagai varitas pohon durian. Di tempat ini, para pengunjung bisa melihat langsung proses pembiakan pohon durian. Beberapa petugas di areal pembenihan ini pun bersedia menjelaskan trik dan tips menanam durian agar bisa menghasilkan buah yang menggiurkan.
Ada durian kesukaan Bung Karno
Sang pemilik Warso Farm, Soewarso, mengungkapkan bahwa lokasi wisata durian miliknya itu disiapkan sejak tahun 1980. Baru mulai tahun 1990, areal tersebut ditanami durian dengan berbagai varitas. Pria berusia 79 tahun itu mengaku, dirinya harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik. Selain itu, dia juga terus menjalin kontak dengan para petani durian di negara tersebut.
Maklumlah, sebagian besar tanaman durian yang berada di kebun tersebut memang jenis durian montong yang asalnya dari Thailand. ''Selain montong, kami juga menanam varitas lain,'' ungkap ayah enam anak dan kakek 16 cucu itu. Jenis durian yang bisa ditemui di lokasi agrowisata tersebut selain durian montong adalah, durian petruk, lai, simas, kaniau, hepe, tunan, D-24, sukun, citokong, cane, serta unggul bakul. ''Durian simas adalah durian kesukaan Bung Karno,'' ungkap Soewarso.
Mulanya, pengunjung yang hendak masuk ke kebun wisata ini sama sekali tidak ditarik biaya. Namun karena adanya risiko kerusakan yang harus ditanggung, saat ini pengunjung dikenai biaya Rp 5.000 per orang untuk masuk kebun durian ini. Kebun itu pun hanya bisa dimasuki pengunjung pada hari Sabtu dan Ahad. Selain hari itu, pengunjung hanya bisa menikmati durian di balai bagian depan Warso Farm. Di hari Jumat, seluruh area wisata durian ini tutup.
Untuk mengelola lokasi wisata seluas itu, Soewarso mempekerjakan 50 orang dari desa setempat. Setiap tiga bulan sekali, seluruh pegawai dikumpulkan untuk diberi nasihat mengenai filsafat hidup dan pentingnya menyatu dengan alam. "Sebab, untuk bisa merawat tanaman (durian) ini, kita harus bisa benar-benar menyatu. Kita harus tinggal di sini," ungkap dia.
Memang, di lokasi wisata durian itulah, Soewarso dan keluarganya tinggal. Selain pengunjung yang datang untuk berwisata, Warso Farm juga menjadi rujukan bagi mereka yang ingin berkebun durian. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, menjelaskan bahwa tempat wisata yang dikelolanya itu sudah cukup banyak dikunjungi pejabat yang terkait dengan pertanian dari negara lain. ''Menteri pertanian Srilanka termasuk orang yang pernah datang ke sini,'' ungkap Buyung. Selain itu, menurut dia, juga cukup banyak bupati dan gubernur yang bertandang ke tempat agrowisata durian tersebut untuk menjajaki kemungkinan mengembangkan hal serupa di daerahnya. Sebagian di antara mereka, kini sudah memulainya.
Bibit dan Pupuk Dibuat Sendiri
Saat mulai membangun lokasi wisata durian di Desa Cihideung, Kecamatan, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Soewarso Pawaka mengaku sempat terkecoh oleh para pedagang benih durian. Untuk membangun kebunnya, dia mengandalkan bibit yang dijual para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situ, dia sering tertipu.
Menurut dia, para pedagang sering mengatakan bahwa bibit yang dijualnya adalah bibit durian montong. Ini adalah durian varitas unggul yang berasal dari Thailand. Selain buahnya besar, rasa duriannya juga manis dengan biji yang kecil dan daging yang sangat tebal. Setelah dinyatakan sebagai durian montong, Soewarso pun langsung membeli bibit itu. Namun setelah ditanam, ternyata bukan durian montong yang dibuahkannya, melainkan durian lokal biasa. Terpaksalah, tanaman itu ditebang dan diganti lagi dengan bibit baru.
Kini, Soewarso tidak bisa lagi terkecoh. Lokasi wisata duriannya kini sudah mengembangkan sendiri bibit-bibit durian varitas unggul. Penanggung jawab Warso Farm, Buyung, mengungkapkan bahwa bibit yang dihasilkannya memiliki sifat yang mirip dengan induknya. Bibit-bibit itu, menurut Buyung, juga dijual secara bebas. Setiap bulan, kebun tersebut bisa memproduksi sekitar 7.000 bibit durian varitas unggul.
Selain bibit, Warso Farm juga membuat pupuk sendiri untuk menyuburkan tanaman durian. Pupuk itu tidak lain adalah kompos yang merupakan campuran pupuk kandang dengan sampah dedaunan. ''Kalau kita membeli pupuk di luar harganya Rp 4.000 per kilogram, di sini hanya Rp 1.000 per kilogram,'' ungkap Buyung.
Sampah dedaunan bisa diperoleh dari area perkebunan. Sedang pupuk kandangnya, dikumpulkan dari warga setempat yang memelihara ternak. ''Beberapa karyawan di sini juga ada yang biasa mengumpulkan kotoran dari binatang ternak,'' ungkap Soewarso. Menurut dia, pupuk kandang tersebut bisa memberi penghasilan tambahan kepada warga setempat.
Kini Soewarso sangat terobsesi untuk membuat kompos dalam skala yang lebih besar dengan memanfaatkan sampah. Dia ingin mengolah begitu banyak sampah yang menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah menjadi kompos. Dia sangat berharap obsesinya ini bisa segera diwujudkan.
(irf )
Selasa, 18 September 2007
minimalis
Banyak bentuk rumah minimalis yang ternyata tidak minimalis. Betul, ini apabila kita mengacu pada konsep awal desain minimalis yang meminimalisir segala bentuk ornamen dan aksesoris yang menyertai. Jadi secara sederhananya rumah minimalis adalah rumah yang polos los, tanpa ornamen dan ukiran apa-apa. Kalau pada tahun 2002 akhir, atau awal tahun 2003, kita sempat melihat rumah minimalis mulai bermunculan, itulah sebenarnya rumah minimalis yang mengacu pada konsep awal.
Dindingnya adalah dinding yang polos dengan dominasi warna putih atau turunannya, seperti abu-abu. Bentuk pintu kotak dengan tambahan satu atau dua garis sebagai variasi. Jendelanya adalah jendela kaca polos yang tinggi dan lebar, tanpa hiasan profil atau architrave. Terakhir, atapnya adalah atap dak, sehingga keseluruhan bentuk rumahnya adalah serba kotak dan polos, alias `kotak habis'.
Sekarang ini rumah minimalis sudah banyak dimodif, dipermak dan dipoles sana-sini. sehingga kita tidak melihat konsep awal minimalis diterapkan di situ. Bahkan konsep minimalis `dijodohkan dan dikawinkan' dengan berbagai konsep seperti mediteran, tropis dan etnik. Hasil dari perjodohan dan perkawinan itu adalah konsep rumah yang tidak bisa kita katakan apakah itu minimalis, etnis atau tropis. Akhirnya sering kita sebut dengan sekenanya saja, etnis minimalislah, tropis minimalislah, dan sebagainya.
Tapi ngomong-ngomong, apakah rumah minimalis dengan berbagai `variannya' itu cocok kita bangun di negeri ini yang iklimnya iklim tropis, dimana kalau musim kemarau panasnya begitu terik, dan kalau musim penghujan, hujan deras yang terus menerus bisa bikin banjir?(bersambung)
Jumat, 07 September 2007
2 PhD Funded Research on Tsunami
2 PhD Funded Research on Tsunami
(1) Tsunami: their generation and effects
Applicants are sought for a fully funded EPSRC PhD studentship to be held at the Department of Civil and Environmental Engineering at UCL and HR Wallingford (www.civeng. ucl.ac.uk ; www.hrwallingford. co.uk). The project will involve numerical modeling and experiments for the optimization of the new and unique large-scale tsunami generator at HR Wallingford. The successful applicant will become a part of the EPSRC-funded Earthquake and People Interaction Centre, (EPICENTRE: http://gow.epsrc. ac.uk/ViewGrant. aspx?GrantRef= EP/F012179/ 1), and be expected to interact with researchers in coastal and earthquake engineering, and psychology. The nature of the project should suit students from a wide range of numerate backgrounds, (eg aeronautical, mechanical or civil engineering, physics or applied mathematics) , who are responsible, adaptable and passionate about carrying out physical experiments.
Application deadline: 7th September 2007
Interviews: 17th – 21st September 2007
(2) Project Start Date: October 2007
Simulation of Tsunami (violent flows) and their Effects
Tsunami generation and propagation processes are reasonably well-modelled by present tools; inundation processes are less completely or reliably modelled, and translating these flows into lateral loads and damage of buildings is extremely weak. UCL’s EPICENTRE is collaborating with HR Wallingford in the development of a Tsunami Generator. This unique piece of equipment, will be used in the extensive experimental facilities at HR Wallingford and is intended to allow realistic simulation of tsunami wave actions at relatively large scales (1:50-1:150) . The project involves optimization of the testing facilities and generator through numerical modeling (using several software packages), input to the design and testing of the Tsunami Generator, and running experimental tests in simulations of realistic tsunami waves. Data on structural loads and scour potential will allow validation of analytical models to simulate tsunami flow onshore, scour around structures and interaction
of tsunami waves with buildings.
Applicants will be required to present / publish results and to work with the teams of researchers at HR Wallingford and at the EPICENTRE. The applicant will need to spend time both at HR Wallingford and UCL when required.
The Applicant:
The ideal candidate will have a good background in engineering or the physical sciences. Experience in one or more of the methods used for the project, as detailed above, would be an advantage.
The Funding: The scholarship covers UCL registration fees and provides a stipend of £14,622 /annum. Travel expenses and necessary research equipment will also be paid for.
Application Procedure:
Suitable applicants should send a cover letter and CV to t.rossetto@ucl. ac.uk .
Applicants should also apply at the same time to UCL by submitting the general PhD application form, available from: http://www.ucl. ac.uk/prospectiv e-students/ graduate- study/applicatio n-admission , entering Civil and Environmental Engineering as the department and naming Dr Tiziana Rossetto as the proposed supervisor. The original should be sent to the Admissions office; and a copy should also be sent to: Dr Tiziana Rossetto, Department of Civil and Environmental Engineering, University College London, Gower St, London WC1E 6BT, UK.
[Non-text portions of this message have been removed]
Dicari : Landscape Architect yg jago Maintenance
| Dicari : Landscape Architect yg jago Maintenance | | | |
| Ditulis oleh Administrator | |
| Tuesday, 14 August 2007 | |
| Hallo Semua... Kalau ada teman yg berminat : Jabatan : Supervisor Perawatan Lingkungan Lokasi kerja : Gading Serpong, Tangerang Persyaratan yg diminta : - Sangat mengerti mengenai perawatan lanskap di lingkungan perumahan - Pengalaman 4 - 6 tahun - Lebih disukai perempuan (hehheehe... - Bisa bekerja di lapangan (bisa gaul ama mamang2, hihihi... :D ) Jika berminat dan serius buat lamaran lengkap, ditujukan ke : u.p. : Mr. RPM Henky Hendrayana Surya Estate Manager Paramount Serpong lalu hubungi CINDY di 0812 812 1036, ntar saya antar ke User-nya Thanks T. Arya Cindy LA'33 |
Lowongan Konsultan Lanskap
| Lowongan Konsultan Lanskap | | | |
| Ditulis oleh kidned erl | |
| Tuesday, 28 August 2007 | |
| Untuk Rekan-rekan semua ada penawaran pekerjaan Dari sebuah Perusahaan Konsultan Lanskap di bali untuk mengisi Posisi Drafter dengan kualifikasi dasar menguasai CAD dan photoshop kirimkan lamaran beserta port folio ke: irwan_studio@yahoo.co.idAlamat email ini sudah di proteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihat alamat email ini info lebih lengkap hubungi irwan 085 638 500 25 |
Selasa, 04 September 2007
praktikum bahan bacaan
kita akan praktikum mengenal lingkungan ipb
dengan melihat aspek pengelolaan baik biofisik-budaya-sosial-ekonomi
karena pak hadi kejakarta dalam rangka menghadiri seminar....
jai dialih tugskan ke bapak wahyu
beserta kuliah
format laporan
seperti makalah
Senin, 03 September 2007
fieldtrip
Sorry, this feature is not yet available in your country.You can still receive new mail alerts through Yahoo! Messenger, or automatically manage your messages using filters. Previous | Next | Back to Messages Call or Instant Message lanskapipb Printable View This message is not flagged. [ Flag Message - Mark as Unread ]
Dear Alumnies… Sekedar me refresh, Minggu depan akan ada field trip ARL tanggal 8&9 Sept 2007 di Ciapus. Nah sekarang teknis ketemuannya niy. Panitia akan berangkat hari sabtu 8 sept 2007 pukul 6 pagi dari bengkel landsacpe kampus faperta IPB Dramaga. Tapi jam segitu kan akan merepotkan kakak2 alumni apalagi yang di jakarta . So, bagaimana kalo alumni yang ingin hadir kumpul di BTM pukul 12.00 WIB di food court lantai 3. jadi gampang ketemuannya. Nanti akan ada panitia penjemput yang akan menjemput para alumni.kalo bisa saya juga akan menjemput(coz dari pagi aku dah di villa ciapus) Untuk biaya, panitia memohon Rp 25.000,- per orang(menurut panitia loh) Untuk sementara yang bersedia ikut (udah confirm via milist)
Oke segini dulu, nanti kalo ada kabar dari panitia, aku akan kabarin lagi secepatnya. Thank you very much yours sincerely, Akhmad Arifin Hadi (Mack LA36) 08568869776 |
