Selasa, 18 September 2007

minimalis

Banyak bentuk rumah minimalis yang ternyata tidak minimalis. Betul, ini apabila kita mengacu pada konsep awal desain minimalis yang meminimalisir segala bentuk ornamen dan aksesoris yang menyertai. Jadi secara sederhananya rumah minimalis adalah rumah yang polos los, tanpa ornamen dan ukiran apa-apa. Kalau pada tahun 2002 akhir, atau awal tahun 2003, kita sempat melihat rumah minimalis mulai bermunculan, itulah sebenarnya rumah minimalis yang mengacu pada konsep awal.

Dindingnya adalah dinding yang polos dengan dominasi warna putih atau turunannya, seperti abu-abu. Bentuk pintu kotak dengan tambahan satu atau dua garis sebagai variasi. Jendelanya adalah jendela kaca polos yang tinggi dan lebar, tanpa hiasan profil atau architrave. Terakhir, atapnya adalah atap dak, sehingga keseluruhan bentuk rumahnya adalah serba kotak dan polos, alias `kotak habis'.

Sekarang ini rumah minimalis sudah banyak dimodif, dipermak dan dipoles sana-sini. sehingga kita tidak melihat konsep awal minimalis diterapkan di situ. Bahkan konsep minimalis `dijodohkan dan dikawinkan' dengan berbagai konsep seperti mediteran, tropis dan etnik. Hasil dari perjodohan dan perkawinan itu adalah konsep rumah yang tidak bisa kita katakan apakah itu minimalis, etnis atau tropis. Akhirnya sering kita sebut dengan sekenanya saja, etnis minimalislah, tropis minimalislah, dan sebagainya.

Tapi ngomong-ngomong, apakah rumah minimalis dengan berbagai `variannya' itu cocok kita bangun di negeri ini yang iklimnya iklim tropis, dimana kalau musim kemarau panasnya begitu terik, dan kalau musim penghujan, hujan deras yang terus menerus bisa bikin banjir?
(bersambung)

Tidak ada komentar: